21 Manfaat Berpuasa Bagi Kesehatan Tubuh

Puasa merupakan salah satu aktivitas yang lekat dengan ibadah umat muslim. Puasa adalah aktivitas menahan makan dan minum, serta menghindari berbagai tindakan yang membatalkan puasa. Puasa selain sebagai bentuk ibadah kepada Sang Pencipta, ternyata juga merupakan suatu aktivitas yang dapat meningkatkan kondisi kesehatan. Banyak penelitian ilmiah yang telah membuktikan bahwa puasa memiliki banyak kelebihan untuk kesehatan manusia.

Bahkan tidak hanya umat muslim saja yang merasakan manfaat berpuasa, banyak pula umat non muslim yang melaksanakan metode berpuasa untuk kesehatan mereka. Bahkan berbagai penelitian tentang khasiat berpuasa kebanyakan dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan non muslim. Lalu apa saja manfaat puasa bagi kita? Berikut beberapa manfaat puasa yang didasarkan pada berbagai penelitian.

1. Meningkatkan Fungsi Kemampuan Otak

Jika banyak orang yang mengeluh bahwa puasa membuat mereka malas berpikir, maka anggapan tersebut ternyata salah besar. Puasa justru berpotensi meningkatkan kemampuan otak kita untuk berpikir. Saat berpuasa, terjadi peningkatan neurotropik yang diturunkan dari otak. Hal tersebut akan berdampak positif pada sel-sel otak yang diproduksi menjadi lebih banyak. Pada akhirnya, hal tersebut akan membantu kinerja otak menjadi lebih baik.

2. Memperbaiki Fungsi dan Kinerja Sel

Manfaat berpuasa bagi kesehatan membuat adanya perubahan dan konversi masif pada asam amino yang terkumpul dari makanan. Sebelum asam amino tersebut disebarkan ke seluruh tubuh, akan ada proses format ulang. Proses itu akan memberikan kesempatan tunas sel baru untuk memperbaiki serta merestorasi fungsi dan kinerjanya. Saat sahur dan berbuka, akan ada suplai asam lemak dan asam amino yang penting bagi tubuh. Pembentukan sel baru akan lebih cepat, sel-sel lemak yang menggumpal dalam hati juga akan terusir.

3. Menjaga Kesehatan Ginjal

Berpuasa sangat efektif untuk meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal. Kekuatan osmosis dalam urin juga akan meningkat dan mencapai 1000 sampai dengan 12000 ml osmosis/kg air. Keadaan tersebut justru akan memicu terjadinya perlindungan pada ginjal. Kekurangan air saat berpuasa juga akan meminimalkan volume air dalam darah sehingga akan memacu fungsi dan kinerja sel darah merah di dalam pembuluh darah.

2. Mengurangi Tingkat Stres

Puasa merupakan sebuah aktivitas yang mengharuskan pelakunya untuk menahan amarah dan senantiasa bersabar. Logikanya, saat kita bersabar, kita akan semakin terhindar dari stres. Menurut dunia medis, berpuasa dapat menurunkan jumlah hormon kortisol yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Akibatnya, tingkat stres akan menurun pada orang yang melaksanakan puasa.

3. Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Berpuasa ternyata mampu menaikkan kadar high density lippoprotein (HDL) yang sering disebut sebagai kolesterol baik dan juga apoprotein A yang membentuk HDL. Saat HDL meningkat, LDL lambat laun akan mengalami penurunan. LDL merupakan kolesterol jahat yang menyebabkan penimbunan dan penyempitan pada pembuluh darah sehingga menyebabkan gangguan pada jantung. HDL merupakan kolesterol baik yang akan mengangkut LDL untuk dibuang ke hati, sehingga ketika HDL meningkat, kesehatan jantung dan pembuluh darah juga meningkat.

4. Meningkatkan Kesehatan Sistem Pencernaan

Saat berpuasa, organ-organ pencernaan akan beristirahat. Produksi sekresi pencernaan pada fungsi fisiologis sistem pencernaan tetap berjalan dengan baik, akan tetapi dengan jumlah makanan yang berkurang dalam tubuh akan membuat cairan dalam tubuh menjadi lebih seimbang. Nutrisi makanan juga akan mengalami pemecahan dengan lebih stabil dan dalam proses secara bertahap. Saat berpuasa, sistem pencernaan akan memiliki cukup waktu untuk revitalisasi dan meningkatkan fungsinya sehingga pencernaan akan lebih sehat.

Pada saat berbuka puasa, sistem pencernaan akan lebih efisien menerima makanan yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, berpuasa juga akan memperkecil resiko timbulnya penyakit dalam sistem pencernaan.

5. Meningkatkan Detoksifikasi

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengkonsumsi makanan dengan berbagai bahan aditif seperti penyedap rasa, pengawet, dan pewarna. Zat-zat aditif tersebut berpotensi menimbulkan berbagai penyakit. Zat aditif yang masuk ke dalam tubuh biasanya akan bergabung dalam timbunan lemak. Saat berpuasa, terjadi pembakaran lemak yang lebih efisien sehingga detoksifikasi atau pengeluaran racun dari dalam tubuh akan meningkat.

Berbagai zat aditif yang menimbulkan penyakit akan ikut terbakar bersama terbakarnya lemak dalam tubuh. Proses detoksifikasi yang dilakukan oleh hati, ginjal, dan organ lain dalam tubuh juga akan bekerja dengan lebih baik ketika berpuasa.

6. Menurunkan Kadar Kolesterol dalam Darah

Berpuasa meningkatkan kadar HDL dalam darah yang diiringi dengan menurunnya kadar kolesterol. Kolesterol yang menurun akan meningkatkan kesehatan jantung, kesehatan pembuluh darah dan juga mencegah gangguan otak dan stroke.

7. Menyembuhkan Masalah Peradangan

Penyakit peradangan biasanya muncul ketika usia lanjut, sebut saja penyakit rematik, juga bisa berupa penyakit kulit yang disebabkan oleh alergi. Manfaat berpuasa bagi kesehatan dapat menurunkan resiko terjadinya masalah peradangan. Bahkan beberapa ahli juga menyatakan bahwa alergi dan masalah peradangan dapat sembuh dengan berpuasa.

8. Mempertajam Pemikiran dan Menjadi Kreatif

Saat berpuasa, otak akan berpikir secara lebih tenang dan terlambat. Namun, kerja otak yang lebih tenang dan melambat justru otak akan lebih tajam dan menambah tingkat pemikiran menjadi lebih kreatif. Rasa lapar saat berpuasa justru akan memaksa otak untuk berpikir lebih tajam dan lebih kreatif.

9. Mengurangi Kebiasaan Tidak Baik

Bagi orang-orang yang memiliki kebiasaan buruk seperti pola makan tidak sehat dan kebiasaan merokok, puasa bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi kebiasaan buruk tersebut. Saat berpuasa, tubuh akan dipaksa untuk mengurangi kebiasaan mengkonsumsi makanan atau minuman yang tidak sehat dan juga memaksa tubuh agar tidak melakukan kebiasaan buruk seperti merokok. Dengan berkurangnya kebiasaan tidak baik tersebut, tubuh juga akan lebih sehat.

10. Berat Badan yang Lebih Terkontrol

Berpuasa menuntut pelakunya untuk mengontrol pola makan. Pola makan yang teratur akan membuat berat badan lebih terkontrol. Kebanyakan orang yang memiliki berat badan berlebih biasanya disebabkan karena pola makan yang tidak teratur. Akibatnya, berbagai macam penyakit cenderung lebih mudah masuk ke dalam tubuh dan berat badan akan cenderung tidak terkontrol.

11. Meningkatkan Sistem Imunitas

Tahukah Anda jika berpuasa dapat meningktkan kadar limfosit dalam tubuh hingga sepuluh kali lipat? Kadar limfosit yang meningkat sekaligus akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit. Selain itu, seseorang yang berpuasa akan cenderung mengonsumsi makanan segar seperti buah-buahan ketika berbuka puasa. Kandungan berbagai nutrisi dan manfaat antioksidan alami dalam buah-buahan yang dikonsumsi tersebut dapat mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas.

12. Meningkatkan Gaya Hidup Sehat

Dalam kehidupan sehari-hari, sedikit sekali orang yang menerapkan kebiasaan hidup sehat, seperti dengan diet sehat, makan teratur, mengendalikan asupan makan berdasarkan nutrisi, dan juga mengatur berat badan. Berpuasa akan membantu diet sehat alami dan diyakini dapat menyehatkan. Kenapa. Berpuasa akan menuntut pelakunya untuk makan secara teratur.

Berpuasa biasanya juga menuntut pelakunya untuk mengkonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi, misalnya saat berbuka orang akan banyak mengkonsumsi buah-yang kaya manfaat serat. Berbagai tindakan tersebut merupakan tindakan yang menyehatkan dan cermin dari diet sehat tanpa efek samping.

13. Mengatasi Sakit Sendi

Radang persendian atau sering disebut encok merupakan penyakit yang bisa disebabkan oleh bakteri. Berpuasa akan meningkatkan jumlah sel penetral alami dalam tubuh. Sel penetral tersebut akan membasmi bakteri pada persendian dan diikuti dengan kesembuhan pada radang sendi (encok).

14. Penyerapan Nutrisi Meningkat

Berpuasa ternyata meningkatkan produksi hormon adiponectin. Hormon tersebut mendorong terjadinya penyerapan berbagai nutrisi lebih banyak. Peningkatan hormon adiponectin merupakan efek yang ditimbulkan dari keseimbangan antara sahur dan berpuasa. Saat berpuasa, sistem metabolisme juga berjalan lebih optimal, sehingga proses penyerapan nutrisi juga lebih baik.

15. Menurunkan Kadar Gula Darah

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa berpuasa dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Saat berpuasa, proses pemecahan glukosa dalam darah lebih meningkat, karena tubuh membutuhkan energi yang lebih banyak, salah satunya dari glukosa tersebut. Produksi insulin yang berada pada pankreas akan berkurang, sementara glukagon akan diproduksi untuk memecah glukosa dalam darah, sehingga kadar gula dalam darah akan menurun.

16. Mencegah Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering dianggap sebagai sumber berbagai penyakit seperti jantung dan stroke. Sistem metabolisme saat berpuasa cenderung lebih stabil sehingga tekanan darah juga cenderung lebih stabil. Berpuasa akan mengurangi resiko tersumbatnya pembuluh darah arteri oleh lemak yang dapat menyebabkan hipertensi. Glukosa dan lemak juga akan digunakan sebagai sumber energi saat berpuasa, sehingga sistem metabolisme lebih stabil. Kinerja hormon adrenalin dan juga noradrenalin juga berkurang sehingga tekanan darah tinggi akan dihindari.

17. Membantu Proses Pembakaran Lemak

Lemak berlebih merupakan salah satu permasalahan yang sering ditemui oleh seseorang dengan berat badan berlebih. Berpuasa akan membantu proses pembakaran lemak lebih efektif. Saat pemecahan glukosa (sebagai sumber energi) telah habis, maka ketosis akan melakukan proses pemecahan terhadap lemak sebagai sumber energi cadangan. Proses tersebut akan meningkatkan proses pembakaran lemak sehingga berat badan cenderung lebih terkontrol.

18. Terjadi Keseimbangan Sistem Anabolisme dan Katabolisme

Berpuasa akan membantu keseimbangan sistem anabolisme dan katabolisme, sehingga asam amino dan berbagai zat lain akan membantu proses peremajaan sel. Berbagai komponennya akan memproduksi glukosa dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari. Cadangan protein dalam hati akan selalu tercukupi karena berbagai asupan nutrisi pada saat sahur dan berbuka selalu terpenuhi. Akibatnya, hati akan berfungsi dengan lebih baik ketika berpuasa.

19. Mencegah Kemandulan pada Wanita

Saat berpuasa, produksi hormon virgisteron pada wanita tidak mengalami gangguan. Sebaliknya, penelitian menunjukkan pada 80% populasi menunjukkan adanya penurunan hormon prolaktin. Hormon prolaktin tersebut merupakan salah satu penyebab infertilisasi dan juga kemandulan pada wanita. Untuk itu, berpuasa akan mencegah terjadinya kemandulan pada wanita dan membuat wanita normal tetap berada pada kesuburan meskipun dalam kondisi berpuasa.

20. Meningkatkan Hormon Testosteron dan Performa Seksual

Pada minggu awal berpuasa, produksi hormon testosteron pada laki-laki cenderung menurun sehingga mengakibatkan menurunnya gairah seksual. Akan tetapi, hal tersebut hanya terjadi sementara saja. Pada minggu-minggu selanjutnya, hormon testosteron akan mengalami peningkatan secara pesat dan diikuti dengan performa seksual yang baik.

21. Meningkatkan Kualitas Komunikasi Psikososial

Puasa dianggap sebagai salah satu ibadah dan momentum untuk memperoleh berkah dari Allah Maha Pencipta. Dengan berpuasa khusuk, seseorang akan meningkatkan kualitas komunikasi dengan Allah. Hal tersebut akan berakibat pada meningkatnya kualitas dan kuantitas ibadah. Berpuasa juga akan meningkatkan komunikasi dengan sesama manusia, baik dengan keluarga atau tetangga. Berbagai aktivitas tersebut akan membuat seseorang yang berpuasa menjadi lebih tenag, teduh, dan nyaman.

Itulah beberapa manfaat puasa ditinjau dari kesehatan fisik dan mental. Meskipun berpuasa terkesan membuat pelakunya dituntut dengan berbagai hal yang tidak menyenangkan, seperti menahan lapar, haus, dan amarah, namun ternyata di balik semua itu, berpuasa memberikan segudang manfaat yang baik dan menyehatkan.

Tata Cara Berpuasa yang Baik dan Menyehatkan

Berpuasa merupakan ibadah yang menyehatkan, apalagi jika dilakukan dengan tata cara yang benar. Manfaat berpuasa bagi kesehatan erat kaitannya dengan aktivitas sahur dan berbuka. Kebanyakan orang berbuka dengan makanan secara berlebih sebagai bentuk “pelampiasan” karena lebih dari 12 jam tidak maan dan minum. Pada saat sahur, banyak juga yang melewatkannya dengan alasan malas. Apakah tindakan itu benar? Lalu bagaimana tata berpuasa yang benar sehingga puasa menjadi sebuah aktivitas yang menyehatkan?

  • Usahakan selalu sahur – Sahur merupakan kegiatan makan dan atau minum pada saat dini hari. Sahur penting untuk mempersiapkan tubuh yang prima saat berpuasa. Sahur merupakan sunnah dan menurut Nabi, sahur merupakan kegiatan yang mengandung berkah di dalamnya. Sahur penting dilakukan karena memiliki berbagai manfaat, seperti menyiapkan energi untuk aktivitas pada siang hari, juga menurunkan keasaman pada lambung sehingga menghindari gangguan pencernaan.
  • Hindarilah tidur setelah sahur – Tidur merupakan aktivitas yang sebaiknya dihindari saat berpuasa, terutama bagi penderita gangguan lambung. Saat tidur, gerakan saluran cerna akan meningkat sehingga lambung akan lebih cepat mengalami kekosongan. Maka jangan heran jika tidur saat berpuasa, biasanya saat bangun tubuh akan cenderung lemas. Hal tersebut karena penyerapan energi akan lebih cepat terjadi saat tidur sehingga lambung cepat mengalami kekosongan. Lambung juga lebih cepat memproduksi asam lambung saat tidur sehingga perut akan lebih cepat merasa lapar setelah tidur.
  • Lakukan aktivitas positif saat puasa – Selain penuh dengan berkah dan pahala, melakukan aktivitas positif juga baik untuk mencegah gangguan pencernaan. Berbagai aktivitas akan membuat otak lebih banyak mengeluarkan enzim katekolamin yang berakibat pada menurunnya produksi asam lambung dan juga enzim pencernaan.
  • Sahurlah dengan makanan yang bernutrisi – Akan lebih baik dengan nutrisi 4 sehat 5 sempurna. Nutrisi yang tercukupi akan membuat puasa menjadi lebih optimal karena nutrisi yang dibutuhkan tubuh tetap terjaga meski hanya makan saat sahur dan berbuka.
  • Makanlah sesuai dengan anjuran Rasulullah – yakni berhenti makan sebelum kita kenyang. Asupan makanan yang sesuai dan dengan jumlah yang tidak berlebih akan membuat lambung lebih rileks namun tetap bekerja secara optimal. Asupan makanan yang pas juga menekan resiko terjadinya kerusakan lambung. Hal tersebut bisa diumpamakan sebuah balon yang ditiup secara berlebih akan membuat balon tersebut lebih beresiko meletus. Komposisi tepat bagi lambung kita adalah sepertiga udara, sepertiga air, dan sepertiga makanan. Selain menimbulkan rasa nyaman pada pencernaan, komposisi udara, air, dan makanan yang tepat akan mengurangi timbulnya penyakit pada sistem pencernaan.
  • Menyegerakan berbuka dan makan malam – Menyegerakan berbuka adalah anjuran dari Rasulullah. Berbukalah dengan makanan yang manis alami seperti buah kurma atau buah-buahan yang kaya serat sehingga tubuh akan memperoleh energi dan cairan yang cukup. Selain itu, minumlah dengan air putih yang hangat atau biasa. Hindari minuman yang terlalu dingin seperti es karena akan menyebabkan perubahan suhu tubuh yang terlalu drastis. Minum air putih yang hangat atau biasa akan menggantikan cairan tubuh yang hilang, serta dapat menyesuaikan kondisi suhu tubuh. Kebanyakan orang juga sering mengabaikan makan malam. Makan malam penting untuk dilakukan karena aktivitas tersebut dapat mengurangi resiko kerusakan dinding lambung.
  • Saat sahur dan berbuka – Konsumsilah makanan yang mencukupi nutrisi tubuh, seperti sayuran dan buah, nasi atau penggantinya, serta daging atau penggantinya. Sayur dan buah mengandung banyak serat dan berbagai nutrisi yang dapat mencegah timbulnya gangguan pencernaan seperti sembelit. Selain itu, sayur dan buah mengandung antioksidan yang baik untuk mencegah berbagai penyakit. Buah dan sayur juga akan memberikan perasaan kenyang lebih lama. Selanjutnya adalah konsumsi nasi atau penggantinya. Nasi atau penggantinya merupakan sumber energi yang baik untuk meningkatkan persiapan tubuh mengahadapi puasa di siang hari. Konsumsi daging juga penting bagi tubuh. Daging mengandung protein yang tinggi sehingga baik untuk menjaga kekebalan tubuh dan menjaga jaringan yang ada dalam tubuh.
  • Banyaklah berbagai saat puasa – Tahukah Anda bahwa saat bulan puasa (ramadhan) pahala kita akan berlipat ganda? Karena itu, banyaklah berbagi terutama mereka-mereka yang membutuhkan. Ditinjau dari segi agama, sudah pasti pahala akan bertambah, serta kualitas ibadah kita juga lebih baik. Sedangkan dari segi sosial, tindakan semacam itu akan menurunkan permasalahan sosial seperti kemiskinan. Ditinjau dari kesehatan, akan ada perasaan senang ketika melihat orang lain yang kita bantu merasa bahagia. Akibatnya, rasa stres dapat dihindari.

Puasa dan Keyakinan

Puasa merupakan salah satu jenis ibadah yang sangat erat dengan agama Islam. Namun, selain agama Islam, ternyata puasa juga menjadi salah satu jenis ibadah pada agama lain, seperti Yahudi, Kristen, Protestan, dan Katholik.

  • Kaum Yahudi berpuasa sampai hari keenam di setiap tahunnya. Dalam kepercayaan kaum Yahudi, ada dua macam puasa, yakni puasa hari besar dan puasa hari kecil. Tata cara berpuasa pada kaum Yahudi ialah dengan menahan diri dari makan dan minum, termasuk dari air.
  • Puasa yang dilakukan oleh umat Kristen biasanya jarang diketahui waktu pelaksanannya. Hanya saja, tata caranya hampir sama dengan puasa yang dilakukan oleh umat muslim, yakni menahan berbagai godaan dan menghindari berbagai tindakan tercela.
  • Dalam keyakinan Protestan, puasa dilakukan sebagai bentuk menahan nafsu manusia, dari makan dan minum, serta dari berbagai perbuatan tercela. Puasa dijadikan momentum untuk menahan diri dari godaan nafsu duniawi, dan juga berbagai keinginan duniawi yang menjerumuskan manusia ke dalam kegelapan.
  • Kaum Katholik biasanya melakukan puasa dengan makan sekali selama 24 jam. Puasa tersebut biasanya dilakukan pada hari Rabu Agung dan Jum’at Agung. Hampir sama dengan Kristen dan Protestan, kaum Katholik juga berpuasa sebagai upaya untuk menahan godaan nafsu duniawi.

Demikian beberapa keterangan mengenai puasa dipandang dari berbagai agama. Ternyata puasa tidak hanya ibadah yang dilakukan oleh umat muslim. Hampir setiap agama melakukan ibadah puasa, hanya saja tata caranya berbeda dengan tata cara puasa yang dilakukan oleh umat Islam. Namun pada dasarnya, ibadah puasa yang dilakukan oleh umat beragama (agama apapun) adalah upaya yang dilakukan untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Selain itu, puasa dilakukan sebagai upaya untuk menahan diri dari berbagai godaan duniawi sehingga menjadi manusia yang lebih baik.

,
Oleh :
Kategori : Kebiasaan