13 Manfaat Kentongan Bagi Warga Masyarakat

Kentongan merupakan salah satu jenis alat komunikasi tradisional yang kini mulai tergantikan fungsinya oleh alat komunikasi modern yang semakin canggih. Dulu kentongan banyak digunakan oleh masyarakat untuk berbagi informasi dan sebagai sarana untuk mengumpulkan seluruh penduduk desa di suatu tempat. Meski alat komunikasi modern kian bermunculan namun bukan berarti mereka mampu melenyapkan keberadaan kentongan.

Anda tentu masih dapat menemukan kentongan yang diletakkan di beberapa Pos Ronda dan biasa digunakan oleh petugas Ronda untuk memberi informasi terkait keadaan keamanan di lingkungan mereka. Kentongan dengan bentuk uniknya yang menjunjung tradisi kuno Indonesia juga menjadikannya sebagai salah satu bahan dekorasi di beberapa tempat modern guna memunculkan nuansa masa lalu. Sebagai alat komunikasi tradisional yang multifungsi, berikut beberapa manfaat penggunaan kentongan bagi masyarakat yang dapat kami ulas:

1. Memberi Informasi akan Terjadinya Bencana Alam

Beberapa daerah menyepakati bahwa saat kentongan dibunyikan dengan irama tertentu memberikan tanda bahwa bencana alam akan terjadi. Hal ini sekaligus sebagai upaya antisipasi warga untuk mengevakuasi diri lebih dini.

Baca juga :

2. Sarana untuk Mengumpulkan Warga di Lokasi Tertentu

Pada zaman kerajaan, kentongan kerap digunakan para pamong raja untuk mengumpulkan warga guna mendengarkan perintah dari raja. Saat ini kentongan juga masih digunakan dengan tujuan yang sama yaitu mengumpulkan warga untuk kerja bakti atau rapat di lokasi yang telah ditentukan.

Baca juga :

3. Pemberi Tanda Adanya Tindak Kriminal

Kentongan yng dibunyikan dengan irama tertentu juga bisa menjadi alarm bagi warga bahwa telah terjadi tindak kriminal di lingkungan mereka. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaannya terhadap keamanan rumah masing-masing.

Baca juga :

4. Memberi Informasi Adanya Berita Duka

Di beberapa daerah umumnya pedesaan masih digunakan kentongan untuk menyiarkan kabar duka di lingkungan mereka. Biasanya warga akan segera berdatangan ke sumber suara lalu mulai bertakziah ke rumah duka.

Manfaat Mendoakan Orang Lain

5.Memberi Tanda Telah Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas

Fungsi kentongan untuk memberi informasi kepada warga bahwa telah terjadi kecelakaan lalu lintas, ini biasanya bertujuan untuk meminta pertolongan warga agar dapat memberi pertolongan pertama pada korban kecelakaan. (Baca juga : Manfaat Menggunakan Asuransi – Manfaat Jalan Raya)

6.Mengusir Hewan yang Merusak Tanaman Warga Petani

Seperti yang diketahui bahwa seringkali hama serangga atau burung mengganggu pertumbuhan padi di sawah. Oleh karenanya petani biasa menggunakan kentongan sebagai sumber bunyi-bunyian untuk mengusir hama tersebut.

Baca juga : Manfaat Unsur Hara – Manfaat Kotoran Sapi

7. Alat Pendamping Ronda

Saat melakukan ronda, petugas keamanan biasanya akan membawa kentongan untuk memberitahukan kepada warga mengenai kondisi keamanan terbaru di lingkungan mereka. Selain itu para petugas juga menggunakannya untuk berkomunikasi dengan petugas ronda yang lain agar tetap siaga saat melaksanakan ronda.

Baca juga : Manfaat Bersosialisasi dengan Orang Lain

8. Sebagai Alat Musik

Era modernisasi saat ini memberikan alternatif baru terkait upaya pelestarian kentongan sebagai alat komunikasi tradisional, yaitu salah satunya dengan menjadikannya alat musik. Melalui berbagai acara festival kentongan dilakukan kolaborasi antara kentongan dengan penggunaan alat music lain sehingga tercipta harmonisasi nada yang indah.

Baca juga : Manfaat Alat Musik ritmis – Manfaat Angklung

9.Pengingat Waktu Sholat

Setiap pergantian waktu sholat, warga akan menabuh bedhug sebagai jenis lain dari kentongan dan memberitahu masyarakat untuk segera datang sholat berjama’ah di masjid. (Baca juga : Manfaat Sholat)

10.Pemberi Tanda Masuknya Waktu Sahur di Bulan Ramadhan

Hingga saat ini tradisi membangunkan sahur menggunakan tabuh-tabuhan kentongan masih dilakukan di beberapa daerah. Hal ini cukup efektif selain untuk membangunkan warga juga untuk membina rasa kekeluargaan di lingkungan tersebut.

Baca juga : Manfaat Puasa Ramadhan – Manfaat Puasa

11. Koleksi Peninggalan Bernilai Seni dan Bersejarah

Kentongan dapat digunakan sebagai sarana edukasi mengenai alat komunikasi tradisional karena nilai sejarahnya yang tinggi. Beberapa sumber mengatakan bahwa kentongan diletakkan di museum-museum seni untuk dapat disaksikan dan dipelajari oleh wisatawan asing maupun lokal.

Baca juga : Manfaat Keberagaman Budaya

12. Menjadi Alat Pendukung untuk Mengurangi Wabah Demam Berdarah

Kentongan akan digunakan untuk memonitor dan mengontrol proses pemusnahan sarang-sarang nyamuk. (Baca juga : Manfaat Jambu Biji untuk Demam Berdarah – Manfaat Kelambu Nyamuk)

13. Alat Komunikasi Ritual Keagamaan

Terutama untuk ritual-ritual di zaman kerajaan misalnya untuk mengusir makhluk gaib dan keburukan, serta untuk mengusir datangnya angin puting beliung yang akan memporakporandakan desa. (Baca juga : Manfaat Mandi Kembang – Manfaat Ziarah Kubur)

Isyarat Bunyi Kentongan

Beberapa daerah memiliki kesepakatan tertentu untuk setiap banyaknya bunyi kentongan dan isyaratnya, berikut contohnya:

  • Kentongan yang dipukul sebanyak satu kali berturut turut menandakan adanya kasus pembunuhan. Hal ini bertujuan untuk meminta pertolongan warga untuk waspada dan membantu korban pembunuhan tersebut
  • Kentongan yang dipukul 2 kali dan diulang-ulang menandakan adanya aksi pencurian di daerah mereka
  • Kentongan dipukul sebanyak 3 kali dan diulang-ulang menandakan adanya kasus kebakaran. Disinilah peran kentongan untuk membuat warga berkumpul di lokasi kejadian kebakaran dan mulai bergotong royong membantu memadamkan api dan menyelamatkan korban
  • Kentongan yang dipukul sebanyak 3 kali kemudian 1 kali dan diulang-ulang dengan pola yang sama menandakan terjadinya bencana alam baik banjir, gempa atau tanah longsor. Fungsi kentongan disini sangat penting karena dapat mengurangi jatuhnya korban akibat bencana alam dengan memberi peringatan dini akan datangnya bencana
  • Kentongan yang dipukul sebanyak 1 kali dengan jeda yang panjang dan perlahan menandakan bahwa kondisi desa saat itu aman. Hal ini biasa dilakukan oleh para petugas ronda yang sedang berkeliling.