Manfaat Brokoli

Manfaat brokoli merupakan salah satu sayuran yang sering dibuatkan untuk anak-anak. Brokoli memang sangat baik untuk menunjang pertumbuhan pada anak-anak. Namun ternyata banyak yang tidak suka, kalau harus makan dengan sayuran ini. Brokoli memang tidak memiliki rasa seenak sayuran lain, tapi kandungan gizi memang sangat melimpih dan sangat baik bagi tubuh. Bagi ibu rumah tangga yang memiliki kesulitan untuk memberikan brokoli dapat memvariasikan menu brokoli dengan menambah jenis bahan lain. Sehingga manfaat brokoli dapat manfaat yang lain seperti manfaat jagungmanfaat daging atau manfaat wortel dapat diperoleh bersamaan.

Manfaat Brokoli dan Kandungan Gizinya

Tanaman brokoli termasuk dalam jenis kubis-kubisan seperti pada manfaat kol. Pada perkembangannya, brokoli memang baru-baru saja masuk di Indonesia dan kini semakin populer, apalagi manfaat brokoli sangat dikenal bagi yang sedang menjalani program diet. Tampilan brokoli memang seperti layaknya pohon kecil dengan daunnya yang rimbun dan mirip seperti kembang kol. Seperti padamanfaat bayam atau manfaat kangkung, manfaat brokoli juga akan hilang jika dimasak terlalu lama. Kandungan gizi pada brokoli mencakup pada vitamin A, vitamin B, vitamin C dan vitamin K lalu terkandung pula antioksidan. Sejumlah mineral penting juga mampu dihasilkan oleh brokoli.

Manfaat Brokoli Untuk Kesehatan

  • Mengontrol kolesterol
Serat pada manfaat brokoli mengendalikan penumpukan kolesterol dalam tubuh. Hal ini sangat baik bagi kesehatan jantung dan menghindarkan pula dari gejala penyakit jantung. Jadi masak brokoli dengan cara direbus untuk menghindari pemakaian minyak goreng.
  • kaya vitamin A
Mata merupakan aset penting untuk kita, jadi jagalah asupan dengan asupan makanan kita dengan yang mengandung vitamin A seperti brokoli, pada manfaat wortel atau manfaat kacang panjang. Lutein pada manfaat brokoli juga mampu menjaga kerusakan mata akibat paparan sinar matahari atau penuaan.
  • Menjaga sistem pencernaan
Manfaat brokoli pada kandungan sulforaphane mampu menekan resiko pada gangguan pencernaan seperti maag, infeksi lambung. Sulforaphane mampu mempengaruhi peningkatan produksi enzim pada hati. Enzim ini berperan menggandeng bahan-bahan karsinogen penyebab gejala kanker dan mengeluarkannya dari sel. Dalam dunia kedokteran, kuman adalah penyebab utama luka dan gejala kanker lambung ataupun gejala kanker usus besar.
Post Date: Monday 04th, August 2014 / 09:51 Oleh :
Kategori : Sayuran
Latest From Sayuran