Manfaat Konsumsi Telur Asin untuk Mengatasi Diare

Penyakit atau gangguan kesehatan berupa diare merupakan salah satu gangguan pencernaan yang paling umum diderita. Mulai dari balita hingga orang dewasa dapat terserang penyakit ini. Umumnya diare disebabkan oleh infeksi virus, parasit, atau bakteri yang masuk melalui makanan atau minuman yang tidak terjaga kebersihannya. Mikroorganisme ini masuk ke saluran pencernaan kemudian menyerang dan menginfeksi berbagai organ pencernaan seperti usus sehingga terjadi diare. Selain itu diare juga timbul sebagai efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu, konsumsi kopi atau minuman beralkohol secara berlebihan, atau kondisi mental yang kurang baik seperti perasaan gelisah.

Mengatasi Diare

Secara umum diare dapat sembuh dengan sendirinya  dalam hitungan hari. Meskipun demikian perawatan selama masa diare sangat penting diperhatikan agar penderita tidak mengalami dehidrasi yang jika dibiarkan bisa membahayakan jiwanya. Untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi biasanya penderita diare diberi minuman oralit yang banyak tersedia di pasaran. Manfaat oralit sangat baik untuk membantu mengatasi masalah kekurangan cairan yang dialami penderita diare dimana ia dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Jika tidak bisa mendapatkan oralit maka anda dapat membuat sendiri larutan oralit dengan mencampurkan air, gula, dan garam dengan porsi tertentu. Manfaatnya kurang lebih sama dengan oralit yang tersedia di pasaran.

Selain itu diare juga dapat diatasi dengan manfaat beberapa bahan alami seperti manfaat gambir, manfaat kulit delima, manfaat jamu kunyit asam, manfaat biji asam jawa, dan manfaat daun jambu biji. Selama masa diare anda tetap harus makan dan minum untuk menjaga kondisi tubuh sekaligus mempercepat proses pemulihan. Namun harus diperhatikan dengan cermat mengenai apa yang baik dan tidak baik untuk dikonsusmi selama diare. Yang pertama tentu saja memperbanyak konsumsi cairan sehingga terhindar dari dehidrasi. Kemudian jangan makan terlalu banyak, makanlah dengan porsi sedikit namun sering. Selain itu hindari makanan yang terlalu pedas dan berlemak. Salah satu jenis makanan yang baik dikonsumsi selama masa diare adalah telur asin.

Mengatasi Diare dengan Telur Asin

Ya, telur yang diolah sedemikian rupa hingga terasa sangat asin ini ternyata sangat baik dikonsumsi oleh orang yang sedang mengalami diare. Manfaat telur asin untuk diare didukung oleh kandungan proteinnya yang tinggi sehingga dengan mengonsumsinya dapat membantu mencukupkan kebutuhan nutrisi tubuh terutama sekali manfaat protein. Tekstur telur yang lunak dan rendah serat cocok sekali dikonsumsi oleh penderita diare. Meskipun makanan berserat baik bagi kesehatan namun bagi penderita diare konsumsi makanan berserat tinggi hanya akan memperpanjang masa diarenya.

Manfaat telur asin untuk diare juga didukung oleh kandungan garam yang tinggi pada makanan ini. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya cairan oralit pada dasarnya merupakan campuran air, gula, dan garam. Ketiga bahan ini serta beberapa bahan lain dapat membantu mencegah dan mengatasi dehidrasi yang mengancam penderita diare. Meskipun tidak bersifat menyembuhkan diare namun dapat mengatasi masalah dehidrasi akibat banyaknya cairan tubuh yang hilang. Dehidrasi tidak bisa dianggap enteng dan jika dibiarkan bisa membahayakan jiwa.

Selain manfaat telur asin untuk diare ada beberapa makanan lain yang juga dianjurkan pada saat diare diantaranya manfaat pisang ambon, manfaat sari kurmamanfaat salak, dan lain sebagainya. Dengan mengonsumsi makanan-makanan ini dapat membantu mengatasi dan meredakan diare sehingga kondisi kesehatan anda dapat membaik. Jika diare yang dialami tidak kunjung sembuh dan diiringi gejala seperti muntah yang cukup berat atau feses yang bercampur nanah maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

, ,
Oleh :
Kategori : Makanan
Doctors Talks

Gigi berlubang bagian atas bisa menyebabkan Penyakit meningitis, Gigi berlubang bagian bawah bisa menyebabkan penyakit yang menyebabkan kematian mendadak, apa itu ? Simak penjelasan Drg. Albertus Andika berikut ini.