59 Manfaat Cumi-Cumi dan Saran Penyajiannya yang Sehat

Cumi-cumi tersebut sering kita jumpai diolah menjadi makanan yang cukup enak dinikmati, diantaranya seperti cumi-cumi bakar, cumi-cumi goreng tepung, cumi-cumi saus tiram, cumi-cumi asam manis, dan tentu banyak lagi menu-menu olahan yang nantinya pasti akan dikembangkan lagi oleh kreasi kuliner manusia. Kementrian kesehatan mempublikasikan bahwa seluruh bagian dari tubuh cumi-cumi bisa dikonsumsi.

Nilai Kandungan Gizi pada Cumi-cumi

Dari segi kenikmatan memang tidak diragukan, cumi-cumi sangat gurih jika sudah menyentuh lidah kita. Strukturnya yang kenyal memberikan sensasi nyaman saat dikunyah. Namun secara kandungan apakah sudah mengetahuinya? Bukankah yang kita tahu makanan yang termasuk seafood sangat rentan sekali mengandung kolesterol tinggi. Beragam penelitian yang dilakukan untuk menemukan kandungan dari cumi-cumi ternyata menemukan manfaat yang baik untuk kesehatan kita. Berikut ini tabel kandungan gizi di dalam cumi-cumi :

Manfaat Cumi-cumi
Masakan cumi-cumi

Semua makanan kita tahu bisa berpotensi menjadi obat, namun juga sebaliknya juga bisa menjadi racun. Kadar dan cara pengkonsumsiannya yang menentukan dampak yang bisa di dapat apakah memberikan manfaat atau malah menyakitkan saat di konsumsi. Cumi-cumi termasuk makanan sea food yang memang dikenal memiliki kadar kolesterol yang cukup tinggi. Dari hasil laboratorium kandungan gizi cumi-cumi memiliki kandungan kolesterol sebanyak 260 mg setiap 100 gramnya. Namun kandungan tersebut masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan sumber makanan hewani lain seperti kuning telur, dan jeroan yang dikenal mengandung kolesterol sangat tinggi.

Namun, faktanya tubuh kita membutuhkan asupan kolesterol tiap harinya dengan kadar tertentu. Ukuran satu porsi 3 ons cumi-cumi cukup untuk memenuhi :

  • 75 % kebutuhan harian untuk kolesterol
  • 8 % untuk lemak jenuh
  • 10% untuk natrium.

Diluar ukuran tersebut, akan berbahaya bagi tubuh dan beresiko menimbulkan penyakit stroke, jantung, kanker, hingga darah tinggi. Sehingga harus dihindari memakannya dengan porsi berlebihan, karena akan mengakibatkan cumi-cumi memiliki sifat “racun” bagi tubuh. Ahli gizi menyarankan bahwa cara memasak cumi-cumi ini sebaiknya dengan cara direbus atau dikukus karena dengan begitu masih tetap mempertahankan kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Jenis Cumi-cumi yang Dikonsumsi

Hewan yang satu ini termasuk menjadi salah satu sumber makanan sea food. Hewan yang menjadi penduduk laut ini memiliki bahasa ilmiah “cephalopoda”. Struktur tubuhnya cukup unik dengan tidak memiliki tulang belakang sehingga hewan ini bisa disebut invertebrate. Cumi-cumi ini pun sangat beragam jenisnya, terbaru ada jenis cumi-cumi terbang yang berhasil ditemukan. Namun untuk jenis yang pada umumnya di makan oleh manusia adalah cumi-cumi dengan jenis Loligo Peale.