Manfaat Tanah Organosol Untuk kehidupan Manusia

Kebanyakan kita mungkin kurang menyadari betapa besarnya manfaat tanah yang selama ini kita pijak. Tanah lah tempat kita mendirikan rumah, beraktivitas, tumbuhnya berbagai jenis tanaman yang dapat kita konsumsi, serta berbagai manfaat tanah lainnya yang kita nikmati selama ini. Sebagai salah satu unsur pembentuk kerak bumi yang berada pada lapisan terluar tanah memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Kondisi dan jenis tanah di suatu daerah tidak hanya menentukan jenis tumbuhan yang dapat hidup di daerah tersebut namun juga berpengaruh pada gaya hidup masyarakatnya. Contohnya saja di daerah yang sebagian besar tanahnya adalah tanah liat. Di daerah ini tidak mungkin masyarakatnya mengembangkan sektor pertanian sehingga akan kita dapati sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor lain seperti kerajinan tanah liat.

Apa Itu Tanah Organosol ?

Berbagai faktor yang menyertai pembentukan tanah di suatu daerah menyebabkan perbedaan jenis tanah. Ada beberapa jenis tanah yang menutupi permukaan bumi salah satunya tanah organosol yang akan kita bahas pada artikel ini. Istilah organosol berasal dari dua kata yaitu organic (organik) dan soil (tanah). Tanah organosol atau yang sering juga disebut tanah gambut merupakan jenis tanah yang banyak mengandung bahan-bahan organik yang setengah lapuk atau membusuk serta berada dalam kondisi basah atau tergenang air seperti di daerah rawa dan pantai. Tanah jenis ini banyak ditemui di daerah beriklim basah dan curah hujan yang cukup tinggi sekitar lebih dari 2.500 mm per tahun.

Tanah organosol tersebar di berbagai belahan dunia seperti di Skotlandia, Finlandia, Irlandia, Amerika Utara, Belanda, Skandinavia, Jerman, Ukraina, Estonia, Belarusia, Rusia, dan lain sebagainya. Sementara di Indonesia tanah jenis ini dapat kita temukan di daerah pantai Kalimantan bagian barat dan selatan, Halmahera, Sulawesi, pantai timur Sumatera, pantai selatan, pantai Papua, dan Seram.

Pembusukan bahan organik yang tidak sempurna pada tanah gambut disebabkan tingginya tingkat keasaman pada tanah tersebut. Tanah jenis ini kurang cocok digunakan untuk perkembangan sebagian besar tanaman karena miskin unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tumbuhan. Berbeda dengan tanah mineral tanah gambut tidak mampu menyimpan air dengan baik, sebaliknya mampu mengalirkan atau mengeluarkan air dengan sangat baik sehingga tanaman yang ada di atasnya akan langsung kekurangan air jika tanah gambut mengalami kekeringan. Salah satu kesulitan bercocok tanam pada lahan gambut adalah menyesuaikan kadar air, bagaimana agar tanaman tidak terpapar air terlalu banyak tetapi juga tidak boleh kekeringan.

1. Sebagai Lahan Pertanian

Meskipun miskin unsur hara dan memiliki kadar asam yang tinggi tanah jenis organosol masih tetap dapat ditumbuhi beberapa jenis tumbuhan industri yang memilki nilai jual tinggi diantaranya sawit, akasia, karet, kapur naga, resak, punak, jelutung rawa, serta padi. Ya, padi yang merupakan bahan makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia dapat ditanam pada tanah organosol namun dengan perhatian yang sangat intensif pada sektor irigasinya.

artikel terkait: manfaat kelapa sawitmanfaat akasiamanfaat karetmanfaat padi

Penggunaan tanah organosol sebagai lahan pertanian dan perkebunan tetap harus memperhatikan kelestarian lingkungan. Tidak boleh dilakukan sembarangan seperti dengan menebang pohon sembarangan atau mengeringkan tanah secara keseluruhan karena akan berdampak sangat buruk pada lingkungan. Tanah organosol yang telah kering sangat rentan terbakar dan karena kandungan karbonnya yang sangat tinggi kebakaran lahan gambut dapat menyebabkan tingginya kadar karbon yang dilepaskan ke atmosfer sehingga dapat memusnahkan makhluk hidup yang ada di lahan tersebut.

2. Sebagai Sumber Energi

Gambut pada tanah organosol dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Hal ini dilakukan dengan menguras air yang terkandung di dalam gambut dan kemudian mengeringkan gambut tersebut. Gambut yang telah benar-benar kering selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan bakar. Bahkan di Finlandia telah didirikan pembangkit listrik yang memanfaatkan gambut sebagai bahan bakarnya yang disebut dengan Toppila Power Station.

3. Untuk Keseimbangan Lingkungan

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa tanah organosol mampu menyerap air dengan sangat baik sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyerap kelebihan air pada musim penghujan dan menghindari timbulnya banjir. Sementara pada musim kemarau simpanan air pada tanah organosol dapat dimanfaatkan sebagai cadangan jika di daerah tersebut terjadi kekeringan.