Manfaat Sari Pati Singkong Bagi Kesehatan Manusia

Siapa yang tidak kenal dengan singkong? Singkong adalah salah satu jenis tanaman yang pastinya sudah tidak asing lagi. Tanaman yang berjenis umbi – umbian ini merupakan salah satu bahan pangan yang sangat terkenal di Indonesia, bahkan dunia. Meskipun beberapa daerah di Indonesia mendaulat singkong sebagai makanan pokok, dan juga tumbuh subur di daerah – daerah Indonesia, namun sebenarnya umbi yang sering disebut dengan nama Cassava ini berasal dari daerah Amerika Latin.

sari pati singkongPohon singkong sendiri memiliki tingkat pertumbuhan yang bervariasi, ada yang erkisar 1 meteran, dan ada juga yang sangat tinggi. Begitupun dengan umbinya. Ada beberapa jenis singkong yang memiliki umbi yang berukuran sangat besar, namun ada juga singkong yang memiliki umbi yang relative lebih kecil.

Singkong sendiri sangat mudah untuk ditaman, karena hanya mengandalkan proses stek yang diperoleh melalui batangnya. Anda pun bisa menikmati hasilnya, yaitu berupa umbi yang tertanam di bawah tanah dalam waktu yang relative singkat. Hampir semua bagian dari singkong ini dapat diolah dan dimanfaatkan untuk keperluan kehidupan manusia.


Daun singkong

Daun singkong sering dimanfaatkan sebagai salah satu bahan utama dalam pembuatan sayuran, dan juga lalapan yang menjadi teman dalam bersantap, apalagi bagi anda yang sering mampir ke restoran – restoran ala masakan Padang.


Batang Singkong

Batang singkong selain dapat dikembangbiakan sebagai stek, dapat juga dimanfaatkan sebagai salah satu kayu bakar. Meskipun tidak sebai kayu bakar, namun paling tidak batang singkong dapat menghasilkan api yang cukup baik.


Umbi

Nah, ini dia bagian dari tanaman singkong yang paling sering dimanfaatkan oleh kita. Yak, bagian umbinya. Biasanya bagian umbi singkong dapat diolah menjadi singkong rebus atau singkong goreng. Atau bisa juga dijadikan sebagai campuran pada makanan – makanan dan kue tradisional, seperti combro, dan misro. Selain itu, umbi dari singkong ini juga sering dimanfaatkan sari patinya untuk berbagai keperluan.


Sari Pati Singkong

Apa itu sari pati singkong? Secara singkatnya, yang dimaksud dengan sari pati dari singkong adalah ekstrak dari umbi singkong itu sendiri. Ekstrak sari pati singkong ini bisa diperoleh dengan mudah. Anda dapat menggunakan umbi singkong, lalu diparut datau bisa juga diperoleh dengan menggunakan mesin dan bahan kimia tertentu.

Sari pati singkong mungkin tidak terlalu familiar digunakan, karena banyak orang yang lebih memilih langsung memakan umbi singkong daripada harus repot – repot mengektrak sari patinya.

Apa saja manfaat sari pati singkong?

Sebenarnya sari pati singkong sendiri memiliki banyak manfaat bagi kehidupan kita, baik disadari maupun tidak. Apa saja manfaat dari sari pati singkong? Berikut ini adalah beberapa manfaat dari sari pati singkong yang mungkin belum anda ketahui :

  1. Pembuatan Edible Film

Apa itu Edible film? Mungkin anda tidak familiar dengan istilah edible film. Edible film merupakan suatu lapisan tipis yang berada pada makanan yang berfungsi untuk ‘membungkus’ makanan dan juga dapat dimakan. Lapisan edible film pada makanan ini memiliiki beberapa manfaat dan kegunaan, yaitu :

  • Menghambat perpindahan uap air
  • Menghambat pertukaran gas
  • Mencegah terjadinya kehilangan aroma pada suatu makanan
  • Mencegah perpindahan lemak
  • Pembawa zat aditif

Edible film ini merupakan lapisan umum yang sering ditambahkan pada produksi – produksi makanan pabrikan. Edible film dapat dibuat dengan menggunakan sari pati dari singkong, karena ada beberapa keunggulan, yaitu :

  • Ekonomis
  • Mudah diperbaharui
  • Mudah untuk diperoleh
  • Memberikan karakteristik yang baik.
  1. Pembuatan Tepung Tapioka

Anda sering mendengar tepung tapioca? Ya, jenis tepung yang sering dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan kerupuk dan berbagai jenis makanan serta kue lainnya ini merupakan jenis tepung yang dibuat dengan memanfaatkan kandungan sari pati yang ada pada umbi singkong.

Tepung tapioca sendiri sdah cukup jarang digunakan dalam produksi rumah tangga, karena kalah pamor dengan tepung terigu dan juga tepung yang terbuat dari gandum. Namun demikian, hingga kini beberapa industry masih membutuhkan suplai tepung tapioca

  1. Penyembuhan Luka

Untuk tubuh kita sendiri, sari pati dari umbi singkong memiliki manfaat yang baik untuk membantu penyembuhan luka. Dengan memanfaatkan sari pati singkong, luka yang anda alami bisa sembuh dengan cepat dan dapat mencegah munculnya infeksi dan pendarahan.

Bagaimana caranya? Berikut ini adalah langkah – langkah untuk membuat sari pati singkong sebagai obat untuk menyembuhkan luka :

  • Parut singkong hingga halus
  • Tempelkan pada bagian tubuh yang mengalami luka
  • Selain ditempelkan, anda dapat mencoba untuk mengompresnya

Nah, mudah bukan? Anda pun dapat mempraktekannya sendiri di rumah.

  1. Sumber Karbohidrat

Sari pati singkong juga merupakan salah satu sumber karbohidrat yang baik untuk tubuh kita. Hal ini dapat mengurangi ketergantungan kita akan produk nasi asupan karbohidrat anda dalam sehari akan terpenuhi dengan memanfaatkan sari pati singkong ini.

Caranya, anda dapat memarut singkong, lalu mengolahnya menjadi berbagai jenis makanan yang sangat lezat dan membantu mencukupi kebutuhan karbohidrat anda.

Selain itu, anda juga dapat membuat beberapa macam kue dengan menggunakan tepung tapioca, yang merupakan hasil olahan dari sari pati umbi singkong.

  1. Sumber Energi

Sari pati singkong juga merupakan salah satu sumber energy bagi tubuh yang sudah tidak perlu diragukan kapasitasnya. Sari pati singkong dapat memberikan energy yang lebih bagi anda dalam melaksanakan kegiatan dan aktivitas anda sehari – hari.

itulah beberapa manfaat dari sari pati singkong yang mungkin belum anda ketahui. Sekian artikel mengenai manfaat dari sari pati singkong, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda para pembaca.

, ,
Oleh :
Kategori : Makanan
Doctors Talks

Gigi berlubang bagian atas bisa menyebabkan Penyakit meningitis, Gigi berlubang bagian bawah bisa menyebabkan penyakit yang menyebabkan kematian mendadak, apa itu ? Simak penjelasan Drg. Albertus Andika berikut ini.