Categories: Kesehatan

13 Manfaat Detoksifikasi Bagi Tubuh

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Detoksifikasi adalah proses pengeluaran racun dan toksin dari dalam tubuh kita. Detoksifikasi bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk mengetahui mengenai detoksifikasi ini, simak penjelasannya di bawah ini.

Fakta Tentang Detoksifikasi

  • Detoksifikasi merupakan proses mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh lewat beberapa organ tubuh seperti usus, hati, darah, paru-paru, ginjal, dan sebagainya.
  • Bantu detoksifikasi yang terjadi di paru-paru dengan konsumsi manfaat buah-buahan berupa raspberry, apel, dan buah sejenisnya. Detoksifikasi terjadi saat menghembuskan napas.
  • Agar imunitas/kekebalan tubuh tetap baik dan maksimal, lakukanlah detoksifikasi secara teratur.
  • Minum 8 gelas air tiap hari bisa membantu proses detoks yang dilakukan ginjal. Ginjal membuang berbagai zat yang berbahaya dan lebihnya cairan keluar dari badan kita.
  • Membantu hati dalam proses detoksifikasi yaitu dengan konsumsi buah dan sayur yang memiliki warna cerah (paprika, apricot, manfaat brokoli, dsb).
  • Bantu proses detoksifikasi kulit dengan konsumsi air, buah, sayur, kenari atau biji labu. Detoks lewat kulit akan menghasilkan keringat dan minyak.

Sejumlah bahan berbahaya dan kebiasaan buruk dapat mencemari tubuh seperti rokok, kosmetik, racun dalam makanan dan minuman, begadang, polusi udara dan terpapar logam berat. Detoksifikasi diperlukan untuk mebersihkan bahan-bahan tersebut dalam tubuh.

Berikut ini manfaat detoksifikasi Tubuh :

1. Membuang Racun dari Dalam Tubuh

Proses detoksifikasi dapat membuang racun yang terdapat di tubuh. Hampir semua metode detoks dirancang untuk memancing badan kita agar dapat mendetoks diri sendiri secara maksimal. Organ-organ tubuh yang didetoks antara lain adalah ginjal, paru-paru,  hati, darah, usus besar, otot. Sebenarnya tubuh kita pun mempunyai sistem detoks tersendiri. Namun tidak dapat optimal dalam bekerja mendetoks tubuh, dikarenakan gaya hidup tidak sehat dan konsumsi makanan sembarangan.

Detoks yang paling utama adalah di usus besar. Usus besar yang merupakan penampungan berbagai jenis makanan dan minuman kurang sehat, berakibat pada kerja usus tidak maksimal. Kotoran yang harusnya keluar dari tubuh pun menimbun/mengendap di dinding usus yang dinamakan mukoid plak.

2. Pikiran Jernih

Kualitas pikiran orang itu bisa dipengaruhi oleh konsumsi makanan (gula tinggi dan berlemak) yang membuat badan terasa lemah lesu. Maka dari itu detoksifikasi sangat penting untuk memperbaiki kualitas pikiran agar lebih jernih

3. Stamina Meningkat

Setelah proses detoksifikasi kita akan merasa lebih enerjik dan semangat. Hal ini dikarenakan proses pembakaran dalam tubuh berjalan optimal. Sebaiknya imbangi dengan konsumsi buah dan sayur dan kurangi gula, garam, lemak jenuh.

Konsumsi makanan ini untuk menjaga stamina agar tidak cepat lelah yakni :

4. Penurunan Bobot Tubuh

Setelah detoksifikasi, organ-organ dalam tubuh kita pun kembali bekerja dengan maksimal. Proses pembakaran kalori dan lemak juga berjalan baik. Sehingga berdampak pada tubuh yang ideal. Sesudah detoks bukan berarti bisa makan sesukanya dan mengulangi gaya hidup tidak sehat, ya. Melainkan harus menjaga kalori dan mulai membiasakan gaya hidup sehat.

5. Rambut Sehat

Pemakaian sampo dan bahan-bahan cat rambut yang mengandung zat kimia, bisa merusak rambut dan kesehatannya jadi terganggu. Untuk memperoleh rambut berkilau, bisa dengan detoksifikasi. Karena toksin yang telah dikeluarkan dari tubuh berpengaruh terhadap rambut yang lebih bercahaya.

6. Daya Tahan Tubuh Meningkat

Penyerapan nutrisi dan gizi yang lebih baik setelah proses detoksifikasi akan membuat imunitas/daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit akan meningkat.

Herbal yang mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh lainnya yaitu :

Related Post

7. Membuat Kulit Jadi Halus

Biasanya saat proses detoks, kulit terasa gatal. Itu bagus, berarti detoksifikasi berjalan dengan baik. Kulit adalah pelindung bagi tubuh, untuk mengatur suhu, dan tempat keluarnya cairan berupa keringat. Salah satu kandungan dalam keringat yaitu berupa toksin. Dengan detoks, toksin akan dibuang, kulit pun menjadi halus, cerah, dan menghilangkan jerawat.

8. Vitalitas dan Seksualitas Naik

Dengan proses detoks ini, kualitas sperma dan sel telur akan membaik. Gairah dan libido juga meningkat. Sangat bermanfaat untuk mereka yang ingin subur.

9. Membuat Awet Muda

Terjadinya proses penuaan yang terjadi pada tubuh kita diakibatkan oleh toksin yang banyak menumpuk di badan. Untuk mengurangi radikal bebas dan toksin dapat menjalani proses detoks. Selain membuat awet muda juga bisa memperpanjang umur.

Untuk memperpanjang usia kecantikan kulit, juga dapat diperoleh melalui :

10. Membantu Kinerja Hati

Hati merupakan organ penting yang berfungsi untuk menetralkan dan menyaring racun yang masuk ke dalam tubuh. Racun bisa keluar melalui proses metabolisme.

11. Membantu Kerja Usus

Peran detoksifikasi di sini adalah membantu kerja usus untuk membuang toksin yang membahayakan tubuh dengan cara mengikat racun tersebut kemudian dibuang bersama dengan kotoran. Detoksifikasi dapat membantu kerja sistem cerna, dapat memilah mana nutrisi dan mana racun yang harus disingkirkan, membantu berkembangnya bakteri baik dalam sistem cerna.

12. Menangkal Radikal Bebas

Tangkal radikal bebas dengan detoksifikasi. Radikal bebas merupakan pemicu datagnya penyakit berbahaya ke dalam tubuh kita.

Antioksidan juga mampu menangkal radikal bebas yang terdapat pada :

13. Mengatasi Iritasi

Munculnya iritasi usus atau iritasi di organ lainnya disebabkan oleh racun. Pemicunya antara lain kopi dan alkohol. Sehingga proses detoksifikasi sangat dibutuhkan.

Cara Detoksifikasi Tubuh

  • Pijat – Kita dapat memijat bagian-bagian perut, lipatan paha, lutut, ketiak, leher. Fungsi dari pijatan di bagian tersebut adalah untuk memaksimalkan kerja kelenjar getah bening. Seperti yang kita ketahui bahwa kelenjar getah bening berguna untuk menyaring zat asing yang masuk ke dalam tubuh sehingga akan membuat sel pertahanan tubuh meningkat.
  • Teh Hijau – Konsumsi teh hijau secara teratur 2-3 gelas dalam sehari baik untuk mengeluarkan toksin yang bersarang di kulit. Manfaat teh hijau dapat digunakan sebagai anti inflamasi dan penangkal radikal bebas.
  • Pakai Produk Perawatan Kulit – Produk perawatan kulit tetap bisa dipakai, namun jangan berlebihan dan tetap perhatikan kualitas produk. Contohnya pembersih wajah dan pelembab.
  • Scrub Tubuh – Untuk membuang sel kulit mati, buang toksin, dan memperlancar peredaran darah, bisa pakai produk yang terdapat kandungan scrub (pilih kualitas baik) atau kopi.
  • Facial – Lakukan facial sendiri menggunakan air hangat plus minyak rasa citrus. Basahi handuk dan tempel di muka, pori-pori akan terbuka. Manfaat facial wajah berguna untuk membersihkan kotoran kulit wajah.
  • Olahraga – Manfaat olahraga kecil seperti jogging dapat membantu mengurangi toksin yang terdapat dalam tubuh. Saat tarik napas, oksigen akan masuk ke tubuh, ketika menghembuskan napas racun pun ikut keluar.

Cara Mengatasi Reaksi Detoksifikasi

Berbagai reaksi tubuh karena reaksi detoksifikasi ini juga bermacam-macam seperti :

  • Badan lemas
  • Mengantuk
  • Kepala pusing
  • Merasa mual dan pedih di perut
  • Diare
  • Sering buang air kecil
  • Urin meningkat
  • Keringat bertambah
  • Pembengkakan pada daerah yang sakit
  • Muntah dahak
  • Nanah dan rasa gatal di kulit.

Reaksi detoksifikasi dapat diatasi dengan mengkonsumsi banyak air putih selama proses detoks yaitu hingga 3 liter sehari. Jangan konsumsi obat kimia agar proses pengeluaran racun dari dalam tubuh dapat berlangsung dengan baik dan maksimal. Efek dari proses detoksifikasi yang dilakukan seseorang dengan orang lainnya akan berbeda, ini disebabkan oleh :

  1. Ada penyakit lain yang diderita
  2. Ketahanan tubuh dari masing-masing orang
  3. Stadium/tingkatan penyakit yang berbeda-beda

Saat memakai obat kimia pasti juga akan diberi obat untuk menghilangkan rasa sakit. Penggunaan dalam jangka penjang (lama) bisa membahayakan tubuh. Obat herbal tidak mengandung zat kimia sehingga aman untuk dikonsumsi. Obat kimia yang dikonsumsi membuat proses detoksifikasi tidak bekerja optimal. Berbeda dengan konsumsi obat herbal yang tidak ada efek sampingnya terhadap proses detoks. Satu hal yang juga perlu diperhatikan, persiapan diri yang matang untuk menghadapi proses detoksifikasi. Karena proses ini terkadang membuat sakit dan kurang nyaman.