3 Manfaat Sungai Bagi Para Petani

Pertanian masih menjadi mata pencaharian yang pertama di Indonesia. Hampir setiap pelosok memiliki pemandangan dengan hamparan sawah yang luas dan ladang yang subur. Ini tidak heran karena Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki tanah yang subur sekali. Itu sebabnya pertanian masih menjadi indikator pertama dalam bidang ekspor. Hasil dari bidang pertanian itu nantinya ada yang beredar di lokal dan ada juga yang di ekspor keluar. Salah satu pendukung bidan pertanian adalah sungai. Sungai merupakan ciptaan tuhan yang sangat besar sekali manfaatnya dalam kehidupan. Sungai mengalir pertama kali diatas bukit kemudian terus menuju lautan. Jadi muara setiap sungai berujung di lautan.

Sungai yang mengalir memberikan banyak manfaat bagi kehidupan dan juga setiap makhluk hidup yang ada di sekitarnya. Bagi petani sendiri keberadaan sungai sangat di rasakan sekali manfaatnya dalam pekerjaan mereka. Para petani bahkan melakukan banyak cara untuk mengantisipasi kemungkinan yang menjadi penyebab sungai tidak dapat mengairi sawah mereka. Seperti saat musim kemarau, karena di Indonesia sendiri terdapat dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Pada musim hujan biasanya air sungai akan meningkat seiring dengan pertambahan volume air dan kadang bisa meluap jika intensitas air sudah tidak tertampung lagi. Dalam kondisi ini cukup memprihatinkan karena bisa jadi petani mengalami gagal panen akibat sawah dan ladang yang terendam banjir.

Baca juga :

Namun lain halnya jika hujan dalam intensitas ringan ini menguntungkan karena volume air dapat mencukupi kebutuhan petani untuk sawah dan ladang mereka. Sementara itu di lain sisi yaitu musim kemarau maka sungai bisa jadi menjadi kering kerontang akibatnya kebutuhan tanaman untuk air menjadi berkurang

Disinilah di perlukannya sungai buatan yang dibuat sendiri oleh petani saat musim kemarau tiba. Sungai buatan bertujuan agar pasokan air ke lahan pertanian tetap terjaga. Membuat sungai buatan ini airnya bisa didapatkan dari waduk yang di buat sebelumnya. Jadi waduk sebagai tempat penyimpanan air yang sementara ini bisa di gunakan saat musim kemarau tiba. Berikut ini manfaat dari sungai bagi petani dalam kehidupan sehari – hari yaitu :

1.Mengairi sawah dan ladang

Pertama manfaat dari sungai bagi petani adalah untuk mengairi sawah dan ladang. Sawah serta ladang memerlukan air untuk mencukupi kebutuhan padi dan juga tanaman yang di tanam di ladang. Karena manfaat air bagi tumbuhan sangat banyak sekali terutama untuk pertumbuhan mereka. Jika padi di sawah kekurangan air maka padi tersebut bisa mati karena kekeringan. Padi yang mati bisa menjadi produk gagal panen hingga nantinya juga ikut berpengaruh kepada harga beras di pasaran. Jika banyak padi yang gagal maka harga beras akan naik karena kebutuhan beras sangatlah banyak sehingga pemerintah melakukan impor beras dari negara lain. Dan dalam bidang impor maka memerlukan tambahan biaya yang besar. Untuk mengganti biaya tersebut maka naiklah harga beras di pasaran.

(Baca juga : Manfaat tumbuhan)

2. Menyuburkan tanah

Selanjutnya sungai bagi petani berguna untuk menyuburkan tanah. Tanah yang subur ditandai dengan adanya unsur hara dalam tanah dan juga kebutuhan air yang terdapat ditanah. Itu sebabnya untuk persawahan selalu ada air yang mengenangi tanahnya. Air tersebut berguna untuk membuat tanah di area persawahan menjadi subur. Jadi menyuburkan tanah tidak hanya memberi pupuk namun juga mencukupi kebutuhan air bagi tanah itu sendiri agar padi dan tanaman lainnya dapat tumbuh subur disana.

(Baca juga : Manfaat sumber daya alam hewani)

3. Membuat sungai buatan

Bagi petani sungai juga dapat digunakan untuk membuat sungai buatan di saat letak area persawahan dan ladang jauh dari sungai. Jadi sebagian lahan dijadikan tempat untuk membuat sungai buatan. Sehingga air dari sungai buatan ini berasal dari sungai yang letaknya jauh dari area persawahan.

(Baca juga : Manfaat lingkungan buatan)

Itulah beberapa manfaat sungai – sungai bagi petani yang digunakan untuk mengairi sawah dan ladang mereka sehari – hari.