5 Manfaat Burung Pipit Bagi Kesehatan Manusia

Sebagai orang awam selama ini kita mungkin berpikir bahwa pipit adalah nama bagi sejenis burung. Tapi ternyata nama burung pipit tidak mengacu pada satu jenis burung saja namun menjadi sebutan bagi sekelompok burung yang termasuk dalam suku estrildidae yang terkenal memiliki ukuran tubuh kecil serta pemakan biji-bijian. Diantara jenis burung yang masuk dalam kelompok ini adalah burung gelatik dan bondol. Bayangkan, bobot tubuh jenis pipit yang paling kecil hanya 6 gram saja sementara yang paling besar yaitu gelatik jawa hanya mencapai bobot 25 gram.

Burung pipit

Selain ukuran tubuh yang kecil burung pipit memiliki warna bulu yang bervariasi. Ia senang hidup berkelompok dan dikenal tidak tahan dengan cuaca yang dingin sehingga sangat cocok tinggal di Indonesia yang memiliki iklim tropis. Meskipun ada juga sebagian kecil yang mampu bertahan di cuaca dingin di daerah Australia Selatan. Di Indonesia burung pipit termasuk jenis hewan yang kurang disukai oleh para petani karena suka memakan biji padi atau biji jagung sehingga merusak tanaman mereka. Namun dibalik itu ternyata daging burung pipit memiliki manfaat untuk kesehatan. Apa saja itu? Berikut beberapa manfaat burung pipit bagi kesehatan manusia:

1. Mengatasi mata berair

Meskipun tidak terlalu berbahaya namun mata berair dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan hal ini seperti debu, mata lelah, alergi, flu, hingga faktor usia. Selain menggunakan obat dari dokter anda juga dapat mencoba konsumsi daging burung pipit yang dipercaya dapat mengatasi mata berair. Selain itu mata berair dapat juga diatasi dengan manfaat burung gereja dan manfaat daun sirih merah untuk mata.

2. Menghilangkan kutil

Manfaat burung pipit lainnya adalah untuk mengatasi atau menghilangkan kutil. Bagaimana caranya? Caranya dengan membuat ramuan dari daging burung pipit yang telah dihaluskan dengan campuran air liur manusia dan kemudian dioleskan pada bagian tubuh yang terkena kutil. Dengan pengobatan secara rutin kutil yang tumbuh di kaki, tangan, atau bagian tubuh lainnya akan hilang dengan sendirinya. Selain itu kutil juga dapat dihilangkan dengan manfaat kamboja kuning dan manfaat tembakau.

3. Meningkatkan stamina

Mengonsumsi daging burung pipit juga dipercaya dapat meningkatkan stamina tubuh sehingga tubuh terasa lebih berenergi dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Daging burung pipit dapat diolah sesuai selera dan dikonsumsi bersama nasi seperti lauk-pauk lainnya. Makanan lain yang juga bisa digunakan untuk meningkatkan stamina tubuh diantaranya manfaat madu dan manfaat remayung.

4. Meningkatkan kekebalan tubuh

Rajin mengonsumsi daging burung pipit dalam porsi cukup juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh sehingga tubuh tidak mudah terinfeksi penyakit. Karena seperti yang diketahui ada banyak virus dan bakteri jahat yang ada di sekitar kita yang siap menyerang sewaktu-waktu. Dengan kekebalan tubuh yang baik dapat melindungi tubuh dari serangan virus atau bakteri penyebab penyakit. Kekebalan tubuh juga dapat ditingkatkan dengan mengonsumsi makanan seperti manfaat ikan juaro dan manfaat ikan gindara.

5. Meningkatkan gairah seksual

Gairah seksual yang baik sangat mempengaruhi keharmonisan rumah tangga. Bila anda memiliki masalah dengan hal ini maka anda dapat mencoba mengonsumsi daging burung pipit yang juga dikenal dapat meningkatkan gairah seksual. Cara lain yang bisa dicoba adalah dengan mengonsumsi manfaat madu ceng dan manfaat kikil sapi.

Demikianlah manfaat burung pipit yang sangat beragam bagi kesehatan manusia. Mulai dari meningkatkan stamina hingga berpengaruh pada gairah seksual yang sangat penting untuk menunjang keharmonisan rumah tangga. Karena sangat bermanfaat sudah sepatutnya kita menjaga kelestarian burung pipit dan tidak mengonsumsinya secara berlebihan agar populasinya tetap terjaga.

, ,
Oleh :
Kategori : Hewan
Doctors Talks

Gigi berlubang bagian atas bisa menyebabkan Penyakit meningitis, Gigi berlubang bagian bawah bisa menyebabkan penyakit yang menyebabkan kematian mendadak, apa itu ? Simak penjelasan Drg. Albertus Andika berikut ini.