6 Manfaat Puasa Untuk Ginjal yang Harus Diketahui

Puasa menjadi salah satu bagian ibadah wajib bagi beberapa agama setiap tahunnya. Saat sedang berpuasa, maka seseorang yang sedang menjalankan puasa tersebut dituntut untuk tidak makan dan minum dalam waktu yang sudah ditentukan. Ternyata, melakukan puasa tidak hanya bisa memberikan pahala berlimpah bagi yang melakukannya namun juga ada manfaat puasa untuk ginjal dan kesehatan organ tubuh lainnya. Sementara organ ginjal merupakan salah satu organ penting tubuh manusia dengan bentuk seperti kacang yang merupakan bagian dari sistem urin dan berfungsi untuk menyaring kotoran khususnya urea dari darah yang kemudian akan dibuang bersama dengan air dalam bentuk urin. Puasa juga sudah diteliti dari banyak peneliti seluruh dunia dan sudah terbukti memang banyak khasiat yang bisa diperoleh dengan menjalankan puasa tersebut seperti penjelasan berikut ini tentang kegunaan puasa untuk ginjal yang bisa anda dapatkan.

  1. Melindungi Organ Ginjal

Khasiat pertama yang bisa anda dapatkan dengan menjalankan puasa untuk ginjal adalah bisa melindungi organ ginjal sehingga memastikan kinerja organ tersebut bisa bekerja dengan baik. Saat berpuasa, maka baik makan atau minum akan dihentikan sementara yang sangat baik untuk meningkatkan konsentrasi urin di organ ginjal. Selain itu, berpuasa juga bisa meningkatkan kekuatan osmosis urin antara seribu hingga 12 ribu ml osmosis per kg air yang bisa mendukung kesehatan organ ginjal secara menyeluruh.

  1. Meningkatkan Metabolisme

Saat sedang berpuasa, air dan cairan yang masuk ke dalam tubuh juga akan dibatasi sehingga cairan yang masuk ke dalam tubuh akan meminimalisir volume cairan dalam darah. Keadaan ini nantinya akan memicu kinerja mekanisme lokal yang mengatur kondisi pembuluh darah. Selain itu, berpuasa juga bisa menambah prostaglandin sehingga bisa memicu kinerja darah merah yang sekaligus juga melancarkan metabolisme dan ginjal semakin sehat.

  1. Memberikan Waktu Ginjal Beristirahat

Manfaat berpuasa juga sangat berguna untuk memberikan waktu agar organ ginjal bisa beristirahat. perlu diketahui juga jika organ ginjal selalu bekerja tanpa henti dalam menyaring darah dari zat limbah sisa metabolisme. Ginjal nantinya bekerja untuk menyaring zat sisa dari glukosa dan bahkan racun yang sudah tidak lagi diperlukan tubuh. Puasa merupakan cara terbaik yang bisa dipakai organ ginjal untuk beristirahat sementara sehingga kerja organ ginjal bisa berkurang.

  1. Baik Untuk Penderita Gagal Ginjal

Selain sangat disarankan untuk dilakukan dalam ibadah, puasa juga sangat baik dilakukan untuk penderita gagal ginjal kronik sebab bisa mengurangi asupan cairan selama sedang berpuasa. Dengan ini, konsentrasi urin bisa meningkat yang baik bagi penderita gagal ginjal sekaligus mengurangi rasa sakit yang mungkin diderita.

  1. Membuang Racun

Berpuasa juga baik untuk organ ginjal yakni membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Semua kotoran yang menumpuk dalam tubuh nantinya bisa dikeluarkan bersama dengan urin sebab selama proses berpuasa, maka tidak ada makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh dan organ ginjal memiliki waktu untuk membuang racun yang masih tersimpan dalam organ tersebut.


  1. Menyerap Nutrisi Lebih Baik

Ketika tubuh sedang berpuasa, maka metabolisme tubuh nantinya akan meningkat sehingga saat berbuka puasa, penyerapan nutrisi akan semakin meningkat semakin maksimal. Hal ini bisa terjadi karena meningkatnya hormon adinopectin untuk meningkatkan penyerapan nutrisi.

Selain penting sebagai salah satu bagian dari ibadah, ternyata ada juga beberapa manfaat puasa untuk ginjal yang sangat penting khususnya untuk sistem pembuangan air kecil yang mengandung urea. Untuk itu, bagi anda yang memiliki masalah ginjal sangat disarankan untuk berpuasa namun sebaiknya dikonsultasikan lebih dulu dengan dokter agar bisa mendapatkan pengarahan terbaik dalam menjalankan puasa.

, ,
Oleh :
Kategori : Kebiasaan
Doctors Talks

Gigi berlubang bagian atas bisa menyebabkan Penyakit meningitis, Gigi berlubang bagian bawah bisa menyebabkan penyakit yang menyebabkan kematian mendadak, apa itu ? Simak penjelasan Drg. Albertus Andika berikut ini.