6 Manfaat Ilmu Linguistik Secara Khusus

Sebagaimana halnya ilmu pengetahuan lain seperti misalnya manfaat belajar filsafat bagi kehidupan, bahasa pun dapat dikaji secara ilmiah melalui disiplin ilmu Linguistik. Linguistik adalah ilmu yang mempelajari tentang bahasa atau telaah mengenai bahasa secara ilmiah menurut KBBI. Studi bahasa berarti mempelajari bagaimana seseorang dapat menguasai bahasa dan cara penggunaannya. Sedangkan telaah mengenai bahasa secara ilmiah berarti menjadikan bahasa sebagai objek dari kajian tertentu. Setiap ilmu tentunya memiliki manfaat yang praktis bagi kehidupan manusia, termasuk ilmu linguistik. Ilmu linguistik akan memberi manfaat langsung kepada orang yang terlibat atau berkecimpung dalam bidang bahasa seperti linguis, guru bahasa, penterjemah, penyusun kamus dan buku teks, penulis dan politikus. Manfaat ilmu linguistik bagi berbagai profesi antara lain dapat Anda ketahui seperti berikut ini.

1. Bagi Para Ahli Bahasa

Para linguis akan mendapatkan pengetahuan yang luas dalam manfaat ilmu linguistik untuk menyelesaikan dan melaksanakan tugasnya. Sedangkan bagi para peneliti, politikus dan peminat sastra linguistik akan membantu dalam memahami berbagai karya sastra dan isi teks dengan lebih baik. Bahasa yang menjadi objek penelitian linguistik adalah wadah dari kelahiran karya sastra sehingga tidak mungkin kita akan memahami karya sastra dengan baik tanpa pengetahuan akan hakikat dan struktur bahasa dengan baik. Terutama jika diketahui bahwa bahasa sastra menggunakan bahasa khusus yang tidak sama dengan bahasa yang digunakan secara umum. [AdSense-B]

2. Bagi Guru Bahasa

Manfaat ilmu linguistik akan sangat berguna bagi guru terutama guru bahasa. Pengetahuan linguistik bagi mereka akan sangat penting, dimulai dari pengetahuan akan fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, leksikologi, hingga pengetahuan mengenai hubungan bahasa dengan kemasyarakatan dan kebudayaan. Seorang guru bahasa tidak dapat melatih keterampilan berbahasanya jika tidak menguasai fonologi, melatih keterampilan menulis jika tidak menguasai ejaan, morfologis, sintaksis, semantik dan leksikologi. Seorang guru bahasa juga harus dapat menerangkan kaidah – kaidah bahasa dengan benar.

3. Menyatukan Pandangan Dalam Pengajaran

Diantara pengajaran bahasa dan ilmu linguistik memang ada pertentangan pandangan. Pengajaran bahasa sifatnya presktiptif atau normatif, sedangkan linguistik lebih bersifat deskriptif. Di tangan guru yang mendapatkan manfaat ilmu linguistik dengan baik, maka kedua pandangan yang berbeda tersebut bisa dipahami dengan mudah. Guru akan dapat merumuskan kaidah – kaidah preskriptif dan deskriptif sehingga pengajaran bisa berhasil dengan baik dan mencapai tujuannya.

4. Bagi Para Penterjemah

Bagi penterjemah, manfaat ilmu linguistik mutlak diperlukan tidak hanya berkaitan dengan morfologi, sintaksis dan semantik saja. Tetapi juga perlu mengetahui aspek yang berkaitan dengan sosiolinguistik dan kontrastif linguistik. Penterjemah harus dapat memilih kata pada penerjemahannya misalnya pada kata ‘my brother’, apakah ia dapat menerjemahkannya menjadi ‘kakak saya’ atau ‘adik saya’ atau cukup dengan ‘saudara saya’ saja berdasarkan teks yang diterjemahkannya, karena banyak penerjemah yang secara asal menerjemahkan kata ‘brother’ atau ‘sister’ menjadi ‘kakak’ padahal kata tersebut harus diterjemahkan sesuai konteks.

5. Bagi Leksikografer

Bagi orang yang bertugas menyusun kamus atau leksikografer, penguasaan akan manfaat ilmu linguistik sangat mutlak diperlukan karena semua pengetahuan akan linguistik sangat berkaitan dengan menyelesaikan tugasnya. Untuk menyusun kamus perlu dimulai dengan penentuan fonem – fonem bahasa yang akan dimasukkan ke dalam kamus, menentukan ejaan, memahami seluk beluk dari pembentukan kata, struktur frasa, kalimat, makna leksikal, makna gramatikal, kontekstual dan idiomatik, termasuk latar belakang sosial dari suatu bahasa. [AdSense-C]

5. Bagi Para Penulis

Bagi para penyusun buku teks, manfaat ilmu linguistik juga bermanfaat untuk memberi tuntunan dalam menyusun kalimat yang tepat dan memilih kosa kata yang sesuai dengan jenjang usia pembaca buku. Buku untuk anak sekolah dasar tentunya harus berbeda dalam penggunaan kata daripada buku yang diperuntukkan untuk anak sekolah menengah, misalnya, atau untuk masyarakat umum. Para penulis pun juga harus mempelajari manfaat menuntut ilmu untuk mengembangkan bakat menulisnya seperti belajar akan  manfaat ilmu sosial dan  manfaat ilmu filsafat.

6. Bagi Para Tokoh Masyarakat

Manfaat ilmu linguistik bagi para negarawan atau politikus juga dapat berfungsi sebagai perjuangan ideologi atau konsep kenegaraan dan pemerintahan. Seorang negarawan dan politikus harus menguasai bahasa dengan baik secara lisan. Jika mereka menguasai masalah linguistik dan sosiolinguistik khususnya dalam kaitannya dengan kemasyarakatan, ia bisa menjembatani perbedaan dan pertentangan bahasa. Seperti pada beberapa negara yang multi lingual misalnya India dan Belgia, dapat terjadi bentrokan fisik karena perbedaan bahasa. Begitu juga dengan manfaat mempelajari ilmu pengetahuan sosial, manfaat filsafat ilmu dan manfaat logika dalam kehidupan sehari – hari yang perlu dipelajari para politikus untuk dapat menghadapi masyarakat.

Menurut Yendra (2013:37 – 38) ada beberapa tujuan bahasa untuk mendapatkan manfaat ilmu linguistik yang dijabarkan dalam tujuan praktis yaitu untuk mempelajari bahasa agar mampu menggunakannya untuk berkomunikasi dengan lancar dan baik melalui listening, speaking, reading dan writing. Sedangkan tujuan estetis adalah mengenai bagaimana seseorang dapat memahami dan menggunakan bahasa dengan indah serta menarik. Tujuan filologis adalah untuk mengungkapkan nilai – nilai bahsa dari segi kebudayaan masa lalu yang disebut dengan filologis, dilakukan dengan mengkaji naskah – naskah lama atau manuskrip. Tujuan terakhir adalah tujuan linguistis dengan menjadikan bahasa sebagai kajian dan mengungkap artinya secara objektif. Penelitian linguistik dapat dilakukan secara mikro maupun makro yang dapat dilihat secara jelas melalui cabang ilmu linguistik. Tujuan mempelajari bahasa bukan hanya belajar namun juga dapat menjadikan bahasa sebagai objek kajian, mempelajari kemampuan berbahasa, memahami tujuan yang berorientasi keindahan, mencari nilai kebahasaan, dan menjadikan bahasa sebagai objek penelitian.