Manfaat Ulat Hongkong – Burung – Efek Samping – Saran Penyajian

Sekilas Mengenai Ulat Hongkong

Ulat hongkong (mileworm) merupakan salah satu jenis ulat yang biasa dan sering dijadikan sebagai makanan yang sangat populer untuk burung. Ulat hongkong dipercaya sebagai sumber protein yang cukup baik bagi burung pemeliharaan. Ada cukup banyak jenis burung yang biasa diberi makan atau mengkonsumsi ulat hongkong, antara lain burung kacer, burung jalak putih, burung kenari, burung beo, burung jalak bali, dan jenis-jenis burung yang mengkonsumsi serangga lainnya.

Di indonesia sendiri, sudah ada bahkan cukup banyak masyarakat yang membudidayakan, mengingat ulat hongkong ini cukup baik untuk dijadikan pakan burung, terlebih lagi untuk burung-burung yang diutamakan kualitas suara (ocehan).

Kandungan Ulat Hongkong

Ulat hongkong memiliki kandungan bermanfaat, maka tak heran jika memanfaatkan ulat hongkong sebagai pakan burung pun sering dilakukan. Adapun kandungan yang terdapat dalam ulat hongkong, antara lain:

  • Nutrisi
  • Protein kasar
  • Kadar abu
  • Kandungan ekstrak non nitrogen
  • Lemak kasar
  • Air

Manfaat Ulat Hongkong

ulat hongkongDari beberapa kandungan ulat hongkong yang telah disebutkan di atas, makan ulat hongkong cukup bermanfaat jika dijadikan sebagai makanan burung.

1. Sebagai Makanan Burung

Hal ini juga dapat menghindari kebosanan yang dialami oleh burung jika hanya memakan makanan yang tidak variatif. Ulat hongkong dapat dijadikan makanan selingan sebagai pengganti makanan yang lain.

2. Meningkatkan Kualitas Suara Burung

Selain itu ulat hongkong juga dipercaya dapat meningkatkan kualitas suara (ocehan) dari burung-burung ocehan. Sehingga ulat hongkong cukup digemari oleh masyarakat umum dan para penggemar burung ocehan atau burung pemakan serangga lainnya.

Pro dan Kontra Ulat Hongkong

Dewasa kini ada banyak pro dan kontra mengenai pemanfaatan ulat hongkong. Banyak yang percaya mengenai manfaat ulat hongkong yang sangat baik, namun tak jarang juga yang mengkhwatirkan burung peliharaan mereka jika mengkonsumsi ulat hongkong. Karena ternyata, selain memiliki manfaat – ulat hongkong juga memiliki dampak negatifnya. Dampak negatif tersebut antara lain:

  • Menyebabkan Kegemukan

Ulat hongkong dapat menyebabkan kegemukan pada burung peliharaan. Mengapa?. Karena menurut banyak sumber dan penelitian ulat hongkong mengandung banyak lemak, hal ini tentu akan menyebabkan kegemukan dan akan berdampak negatif bagi kesehatan burung.

  • Menimbulkan Beberapa Penyakit Lain

Penggunaan ulat hongkong sebagai pakan burung juga dapat menimbulakan beberapa penyakit bagi burung peliharaan, seperti sakit mata dan juga pencernaan yang kurang baik. Hal ini biasa disebabkan karena ulat hongkong yang diberikan sebagai pakan burung tidak berkualitas.

  • Bahaya Lain Ulat Hongkong

Ulat hongkong juga dipercaya bahwa dia masih dapat hidup selama beberapa detik jika kepalanya tidak hancur (terkunyah) saat dimakan oleh burung. Jika itu terjadi, maka tidak menutup kemungkinan bahwa ulat hongkong akan mengigit atau merusak organ dalam pada burung atau organ pencernaan, hal ini tentu akan tidak baik.

Saran Pemberian Pada Burung!!!

Jika kita merujuk dari beberapa bahaya ulat hongkong di atas, maka akan sangat baik jika kita harus berhati-hati jika hendak menjadikannya sebagai pakan burung peliharaan. Cara sehat dalam pemberian ulat hongkong terhadap burung peliharaan, antara lain.

  • Pilihlah dan gunakan ulat hongkong yang berkualitas dan bersih jika hendak menjadikannya sebagai makanan burung.
  • Sebagai pakan burung, hendaknya ulat hongkong diberikan dalam keadaan mati – jangan berikan ult hongkong yang masih hidup. Adapun langkah yang dapat kita ambil adalah dengan mencelupkan ulat hongkong ke dalam air hangat hingga mati, barulah kemudian diberikan kepada burung.
  • Jangan memberikan ulat hongkong secara berlebihan kepada burung peliharaan, karena kandungan lemak yang cukup banyak pada ulat hongkong dapat menimbulkan kegemukan pada burung.

Ulat Hongkong Menambah Masukan Keuangan

Jika kita melihat sekitar, maka kita akan banyak sekali menemukan para penggemar burung, terutama burung yang memiliki suara-suara merdu. Dan hal ini berbanding lurus dengan manfaat ulat hongkong yang dapat menambah kualitas pada suara burung. Oleh karena itu, saat ini ulat hongkong tidak lagi dijadikan sebagai makanan burung peliharaan pribadi. Tetapi juga dijadikan sebagai peternak. Ya, sudah cukup banyak masyarakat yang mulai membudidayakan ulat hongkong guna meningkatkan pendapatan.

Di bawah ini akan disebutkan beberapa tahapan dalam beternak ulat hongkong:

  1. Masukkan bekatul atau pun dedak ke dalam suatu wadah — dedak diratakan. Adapun banyaknya dedak yaitu kurang lebih sekitar seperempat dari tinggi kotak atau wadah.
  2. Masukkan ulat hongkong secukupnya (sesuai kapasitas tempat) ke dalam wadah yang telah disediakan. Pilih bibit ulat hongkong yang berkualitas.
  3. Masukkan pakan ulat hongkong ke dalam wadah. Pakan ulat hongkong dapat berupa irisan apel, roti, atau kentang.
  4. Letakkan wadah tersebut ke tempat yang gelap dan hangat, hal ini bertujuan untuk memberikan rasa nyaman pada ulat hongkong.
  5. Lakukan kontrol makanan setiap hari.
  6. Dalam kurun waktu 3 bulan, maka ulat akan menjadi kepompong. Pindahkan kepompong ke ke tempat yang baru, jangan bercampur dengan yang belum menjadi kepompong, hal ini untuk menghindari kepompong dimakan oleh ulat.
  7. Wadah atau kotak tempat kepompong cukup diberi dedak tipis saja dan tanpa makanan, karena kepompong tidak membutuhkan makanan.
  8. Kemudian kepompong akan berubah menjadi serangga berwarna putih. Serangga ini adalah calon kumbang.
  9. Setelah serangga menjadi kumbang. Bindahkan kumbang ke tempat yang baru lagi dengan taburan dedak. Dan berilah makan mada kumbang seperti makanan pada ulat hongkong di awal.
  10. Kemudian kumbang akan melakukan proses kawin dan kemudian bertelur.
  11. Telur dari kumbang yang telah berusia 10 hari dipisahkan antara kumbang dan telurnya.
  12. Telur kumabang akan menetas secara alamiah dan akan menjadi larva (ulat hongkong). Saat telah menjadi ulat hongkong maka berilah pakan. Tunggu sampai kurang lebih 50 hari hingga 60 hari (2 bulan) – ulat hongkong siap dipanen.

Manfaat ulat hongkong memang telah dikenal luas oleh pencinta hewan peliharaan terutama burung. Namun anda dapat memanfaatkannya sebagai makanan alternatif

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Tuesday 12th, May 2015 / 14:51 Oleh :
Kategori : Hewan