6 Manfaat Hormon Tanaman Dalam Bidang Pertanian

Hormon tumbuhan dapat disebut sebagai senyawa alami yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, selain hormon alami terdapat juga hormon buatan. Perbedaan hormon tumbuhan dengan hormon hewan pada umumnya terletak di sistem sumber hormon. Apabila hewan menghasilkan hormon dari kelenjar endokrin, tumbuhan hanya menghasilkan dari bagian yang tidak spesifik seperti suatu kelenjar, namun biasa dihasilkan dari jaringan meristem. Selain itu penyebaran hormon tumbuhan ke seluruh bagian tumbuhan terjadi tidak melalui kelenjar pembuluh seperti hewan melainkan melewati ruang antarsel. Perlu diketahui hormon tumbuhan dapat dihasilkan oleh tumbuhan itu sendiri maupun diberikan diluar sistem tumbuhan.

Bidang pertanian yang sangat erat kaitannya dengan inovasi untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan dan perkembangan tanaman dengan memanfaatkan hormon tumbuhan. Penggunaan hormon tumbuhan dalam bidang pertanian tidak lain adalah untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian. Manfaat selanjutnya yaitu

1. Merangsang Pembentukan akar

Akar merupakan bagian dari tumbuhan yang berfungsi untuk menyerap air dan manfaat unsur hara tanah serta sebagai penguat tegaknya tumbuhan. Penyerapan mineral tanah yang dilakukan oleh akar sangat penting bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup tanaman sehingga fungsi akar sangat vital. Proses pembentukan akar harus dioptimalkan, dalam hal ini terdapat manfaat auksin bagi tanaman yang dapat mengoptimalkan pembentukan akar pada tumbuhan.

Pada bidang pertanian meski hanya menanam satu jenis tanaman apabila pertumbuhan akar dari tanaman tersebut kuat dan pembentukannnya baik maka tanman tersebut akan tumbuh tegak lebih kuat dan bisa tahan tidak mudah roboh karena angin, bencana banjir, serta manfaat akar bagi manusia untuk menanggulangi tanah longsor yang kerap dijadikan solusi di dataran tinggi.

2. Merangsang Kambium

Hormon auksin yang dikenal sebagai hormon yang berperan aktif dalam proses pertumbuhan tanaman membantu dalam merangsang perkembangan kambium. Kambium merupakan bagian tumbuhan yang merupakan pembelahan pada jaringan meristem. Kambium dimiliki oleh tumbuhan dikotil serta akan optimal pada masa pertumbuhan jaringan sekunder. Kambium pada tumbuhan memiliki 2 jenis yaitu kambium gabus dan kambium pembuluh perbedaan dari dua jenis kambium ini terletak pada fungsinya. Kambium gabus memiliki manfaat untuk mengatur alur masuk dan keluarnya air dalam tumbuhan serta kambium pembuluh yang berkembang dapat menjadi xilem dan floem.

Hal ini sangat penting bagi tumbuhan mengingat kambium dapat menguatkan jaringan tumbuhan bekayu serta mengendalikan proses transportasi air dan zat hasil  manfaat fotosintesis  keseluruh bagian tumbuhan. Selain merangsang kambium hormon auksin juga merangsang gerak tumbuhan untuk mengikuti arah maahari sehingga tumbuhan mendapat sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis. Hal ini sangat baik untuk bidang pertanian hormon auksin yang bisa dihasilkan sendiri oleh tanaman akan membuatnya optimal dalam pembentukan kambium serta pemberian hormon auksin dari luar sangat baik untuk inovasi kultur jaringan pada pertanian.

3. Peningkatan Hasil Pertanian

Penggunaan hormon sangat jelas apabila dapat meningkatkan hasil pertanian. Hormon tumbuhan akan menambah optimal pertumbuhan jaringan tanaman. Sama seperti penjelasan diatas bahwa hormon akan membantu pertumbuhan tanaman dengan fungsi hormon itu sendiri.  Pertumbuhan yang baik akan menghasilkan hasil pertanian yang baik juga. Salah satu penggunaan hormon untuk kualitas tanaman lebih baik yaitu pemberian hormon giberelin pada tumbuhan jagung sehingga menambah pemanjangan tubuh jagung menjadi lebih besar dan ideal. Hal ini merupakan keuntungan untuk meningkatkan kualitas hasil.

Salah satu contoh peningkatan hasil pertanian yaitu ada pada semangka. Semangka merupakan buah segar dengan banyak kandungan air didalamnya. Salah satu varian semangka yaitu Semangka tanpa biji merupakan produk peningkatan hasil pertanian yang dihasilkan dengan pengaruh hormon giberelin. Peningkatan ini memicu masyarakat untuk memilih mengonsumsi manfaat semangka tanpa biji sebab memakannya menjadi lebih praktis walaupun sebenarnya semangka tanpa biji masih memiliki biji namun dengan ukuran kecil kisut dan berwarna terang.

4. Memperbesar buah

Buah yang besar menjadi sebuah keunggulan dalam penjualan hasil pertanian. Sudah sangat umum apabila buah yang besar banyak diminati oleh masyarakat. Dalam bidang pertanian sendiri pertumbuhan tanaman dengan hasil buah yang lebih besar serta leba dari sifat aslinya tetapi tetap memiliki rasa yang sama tanpa kekurangan menjadi sebuah misi inovasi tersendiri. Sudah banyak upaya yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut salah satunya yaitu pemberian hormon sitokinin.

Manfaat hormon yang paling menguntungkan yaitu dapat memperbesar hasil buah. Buah menjadi besar dan tumbuh lebat merupakan keuntungan yang baik untuk petani. Pertumbuhan buah dapat dibantu dengan pemberian hormon sitokinin. Hormon sitokinin memiliki fungsi dalam pembelahan sel sehingga proses pembentukan buah menjadi optimal dengan hasil buah lebih besar. Selain memperbesar buah hormon sitokinin juga dapat memperbesar ukuran umbi dan mempercepat pertumbuhan akar.

5. Buah Musiman

Buah musiman merupakan buah yang dihasilkan banyak di waktu tertentu. Terkadang waktu awal tanam hingga panen untuk buah musiman bisa terjadi tidak keseragaman proses berbunga sehingga buah bisa lebih lambat atau lebih cepat panen sebelum petani – petani lain panen sehingga hal ini menjadi tantangan bagi petani buah musiman agar proses pohon berbungan dan masa panen diwaktu yang sama. Masalah penyeragaman masa panen menjadi tantangan tersendiri bagi petani akan tetapi dengan majunya teknologi pertanian penggunaan tambahan hormon etilen untuk membuat tumbuhan berbunga di waktu yang sama s. Buah musiman yang terkenal dan selalu menjadi incaran masyarakat diantaranya yaitu buah  durian, rambutan, mangga, manggis, duku dan buah lainnya.

Hormon etilen yang baik untuk proses munculnya bunga dan mempercepat pematangan buah ini dapat dihasilkan oleh tanaman dengan beberapa karakteristik seperti tanaman yang sudah tua, adanya reaksi terhadap  stress akibat kerusakan dari bencana alam seperti banjir, kekeringan, infeksi bakteri atau hama tanaman.

6. Meningkatkan ketahanan

Tanaman pertanian seringkali mengalami masalah yang menyerang ketahanan tanaman seperti tekanan lingkungan yang tidak mendukung oertumbuhan tanaman dan adanya bakteri atau penyakit tanaman yang menyebar. Ketahanan tanaman sangat diuji untuk menangkal segala gangguan yang muncul sebab ketahanan tanaman yang buruk akan membuat hasil pertanian menjadi mudah busuk atau rusak. Kerusakan akibat kemampuan ketahan tanaman yang buruk dapat merugikan petani dalam mengembangkan pertaniannya sehingga hal ini harus diatasi dengan bijak.Pemberian hormon pada tanaman dapat meningkatkan kemampuan pertahanan tanaman. Pemberian ini merupakan cara penambahan hormon diluar sistem alami tanaman bagi tanamna yang dinilai memiliki daya tahan yang kurang baik.

Demikian manfaat hormon tanaman pada bidang pertanian. Sangat jelas bahwa pemberian hormon akan mempengaruhi hasil tanaman seperti penjelasan diatas bahwa penambahan hormon dapat meningkatkan hasil pertanian seperti memperbesar buah, mempercepat proses tumbuhnya bunga, inovasi kultur jaringan dan meningkatkan ketahanan tanaman dalam lingkungan yang kurang mendukung. Pemberian hormon ini bisa dilakukan dengan menambahkan hormon yang diperlukan oleh tanman dengan takaran dosis yang benar dan disesuaikan dengan tujuan pemakaian hormon pada tanaman.

 

, , , ,
Oleh :
Kategori : Teknologi