32 Manfaat Ganja dan Bahayanya

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

ganjaGanja ( Cannabis ) adalah sejenis tumbuhan yang menghasilkan serat. Biji tumbuhan ini mengandung zat narkotika. Tanaman ini banyak tumbuh di daerah tropis, namun akhir-akhir ini banyak negara yang memiliki iklim dingin juga membudidayakannya, yaitu di dalam rumah kaca.

Selama ini tanaman ganja dianggap sebagi bahan yang berbahaya bagi kesehatan. Sebenarnya hal tersebut terjadi karena adanya penyelewengan dalam penggunaannya. Penggunaan ganja dalam jumlah yang berlebihan dapat mengakibatkan efek kecanduan, menimbulkan kecemasan, dapat menimbulkan kerusakan pada otak, serta dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Namun demikian, jika digunakan dengan tepat, ganja juga memiliki sisi baik yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang kesehatan.

Berikut ini beberapa manfaat mengejutkan dari tanaman ganja :

1. Untuk mengobati dan mencegah penyakit mata glaukoma

Glaukoma merupakan gangguan penglihatan yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan  pada bola mata, merusak saraf optik dan dapat menyebabkan kebutaan

Dalam hal ini penggunaan ganja dimaksudkan mengurangi tekanan di dalam mata,  memperlambat perkembangan penyakit, mencegah kebutaan. Menurut National Eye Institute yang melakukan Studi pada awal tahun 1970 menyatakan bahwa ganja dapat menurunkan tekanan intraokular (TIO) pada orang-orang dengan tekanan normal dan orang-orang yang menderita glaukoma.

2. Dapat meningkatkan kapasitas paru-paru

Sebuah penelitian dalam Journal of American Medical Association pada Januari 2012 menyatakan bahwa ganja tidaklah mengganggu fungsi paru-paru, tanaman ini justru dapat meningkatkan kapasitas paru-paru, jika digunakan pada dosis yang tepat.

3. Mencegah serangan epilepsi

Menurut sebuah penemuan ini dipublikasikan dalam Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics menyatakan bahwa, penggunaan ganja dapat mencegah serangan epilepsi, yaitu dengan cara mengikat sel-sel otak yang bertanggung jawab untuk mengendalikan rangsangan dan mengatur relaksasi.

Baik untuk mencegah epilepsi :

4. Dapat mengurangi gejala kejang (sindrom dravet)

Para dokter merekomendasikan pengobatan dengan cannabidiol dalam tanaman ganja untuk menenangkan aktivitas yang berlebihan di otak yang menyebabkan kejang.

5. Zat kimia dalam ganja dapat menghentikan penyebaran penyakit kanker

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Cancer Therapeutics, menyatakan bahwa sel-sel kanker dapat mengubah sifat sel-sel non kanker menjadi sel kanker dan membantu menyebarkan sel tersebut ke seluruh tubuh. Lalu sebuah penelitian menyatakan bahwa penggunaan ganja dalam pengobatan dapat menurunkan sel-sel kanker dan mengurangi penyebarannya.

Hal yang sama juga pernah diutarakan oleh para peneliti di California Pacific Medical Center di San Francisco yang dilaporkan pada tahun 2007. Beberapa penelitian di Amerika Serikat, Spanyol, dan Israel juga menunjukkan hal yang sama bahwasannya senyawa dalam ganja bisa membunuh sel-sel kanker.

baik untuk mencegah kanker:

6. Ganja dapat menurunkan kecemasan

Penggunaan ganja dunia kesehatan dapat membantu mengurangi rasa sakit dan menekan mual, ganja juga dapat digunakan untuk meringankan efek samping dari sebuah kemoterapi. Ganja juga dapat bertindak sebagai obat penenang dalam dosis rendah. Namun penggunaan pada dosis yang lebih tinggi dapat meningkatkan kecemasan dan mengakibatkan paranoid.

7. Memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer

Sebuah studi yang dipimpin oleh Kim Janda dari Scripps Research InstitSute menyatakan bahwa ganja  dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular farmasi tahun 2006, menemukan bahwa bahan kimia aktif dalam ganja (THC), dapat memperlambat pembentukan plak amiloid yang membunuh sel-sel otak dan menyebabkan Alzheimer dengan menghalangi enzim dalam otak.

8. Meredakan Sclerosis (Kejang otot)

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal Mei menunjukkan bahwa ganja dapat mengurangi gejala nyeri  pada gangguan sclerosis. Kandungan THC dalam ganja dapat mengikat reseptor pada saraf dan otot-otot untuk menghilangkan rasa sakit dan dapat membantu mengontrol kejang otot.

9. Meredakan Kejang otot diafragma

Ganja  dapat digunakan untuk mengobati kejang diafragma yang tidak dapat diobati dengan obat lain, karena dapat menenangkan otot-otot diafragma.

10. Dapat mengurangi efek samping dari pengobatan hepatitis C dan meningkatkan efektivitas pengobatan.

Sebuah penelitian di European Journal of Gastroenterology dan Hepatology 2006 menemukan bahwa ganja dapat mengurangi efek samping dari pengobatan penyakit hepatitis C seperti kelelahan, mual, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, dan depresi yang berlangsung selama berbulan-bulan. Selain itu penggunaan ganja juga dapat meningkatkan efektivitas pengobatan penyakit tersebut.

11. Pengobatan radang usus

Peneliti dari University of Nottingham pada tahun 2010 menemukan bahwa bahan kimia dalam ganja, termasuk THC dan cannabidiol, berinteraksi dengan sel-sel dalam tubuh yang memainkan peran penting dalam fungsi usus dan respon imun.

Baik untuk pengobatan radang usus :

12. Mengurangi arthritis

Pada sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2011 menyatakan bahwa ganja dapat membantu mengurangi rasa sakit, mengurangi peradangan, dan meningkatkan tidur,sehingga dapat membantu mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan bagi orang-orang yang sedang menderita rheumatoid arthritis.

13. Membantu proses metabolisme

Sebuah study menyatakan bahwa, penggunaan ganja dapat digunakan untuk membantu sistem metabolisme. Tubuh memiliki respon yang lebih sehat terhadap gula.

14. Meringankan gejala lupus

Bahan kimia dalam ganja memiliki efek menenangkan pada sistem kekebalan tubuh, mengurangi gejala sakit dan pada gejala Lupus.

Baik untuk lupus :

15. Meningkatkan kreativitas otak

Penggunaan ganja memiliki beberapa efek mental yang positif, terutama dalam hal meningkatkan kreativitas. Hal ini berasal dari pelepasan dopamin di otak, mengurangi hambatan dan membuat orang merasa lebih santai, memberikan kemampuan untuk melihat hal-hal yang berbeda. Penelitian menunjukkan bahwa ganja dapat merangsang kinerja otak.

16. Meringankan gejala penyakit chron

Penyakit Chron adalah gangguan radang usus yang menyebabkan rasa sakit, muntah, diare, penurunan berat badan, dan lain sebagainya. Sebuah penelitian menyatakan bahwa ganja secara signifikan mengurangi gejala penyakit Chron dan membantu usus mengatur bakteri dan fungsi usus.

17. Menenangkan tremor pada penderita Parkinson

Ganja secara signifikan dapat mengurangi rasa sakit , tremor, memperbaiki tidur untuk pasien, serta meningkatkan keterampilan motorik pada penderita Parkinson.

18. Melindungi otak pada serangan stroke

Penelitian dari University of Nottingham menunjukkan bahwa ganja dapat membantu melindungi otak dari kerusakan yang disebabkan oleh serangan stroke, yaitu dengan mengurangi daerah yang terkena stroke. Selain itu ganja juga memberikan perlindungan otak setelah peristiwa traumatis lainnya, seperti gegar otak.

19. Menambah nafsu makan

Zat kimia yang terkandung dalam ganja ternyata bisa membantu menambah nafsu makan, terutama bagi pasien yang baru saja menjalani kemoterapi.

Baik untuk menambah nafsu makan:

20. Dapat membantu resiko kecanduan alkohol

Sebuah penelitian di Harm Reduction Journal menunjukkan bahwa kandungan ganja lebih aman jika dibandingkan dengan alkohol.

Adapun bahaya dari penggunaan ganja adalah sebagai berikut :

  1. Ganja merupakan penyebab kanker. Jika dibandingkan dengan asap yang dihasilkan tembakau, asap ganja memiliki resiko 50 hingga 70% sebagai kanker. Ganja mengandung zat karsinogen dan THC yang menghasilkan benzyprene penyebab kanker.
  2. Dapat meningkatkan resiko gangguan paru-paru. Asap ganja mengandung konsentrasi karsinogenik polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) lebih tinggi dari asap tembakau. Perokok ganja umumnya menghisap lebih banyak asap dalam tempo waktu yang lebih lama, serta menyimpan 4 kali lebih banyak tar di paru-paru mereka sehingga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit paru-paru secara signifikan.
  3. Masalah jantung. Risiko serangan jantung meningkat pada satu jam pertama setelah menggunakan ganja. Merokok ganja bisa menyebabkan denyut jantung lebih tinggi dan mengakibatkan ketegangan pada jantung  penggunanya. Pada saat jantung berdetak lebih cepat, pengguna mungkin akan mengalami irama jantung yang abnormal.
  4. Menurunkan kemampuan kognitif. Para pengguna ganja dapat mengalami gangguan kemampuan untuk memahami sesuatu serta tingkat konsentrasi mereka. Hal ini bisa mengakibatkan para pengguna ganja lebih mudah mengalami kecelakaan ataupun cidera.
  5. Paranoid. Paranoid merupakan salah satu efek samping yang biasa ditimbulkan akibat menggunakan ganja selain efek kecemasan, panik, dan ketakutan. Namun, efek ini bisa hilang dalam beberapa jam setelah penggunaan.
  6. Penyakit skizofrenia. Penggunaan ganja yang berlebihan dapat memicu munculnya penyakit skizofrenia, yaitu  gangguan mental yang biasanya ditandai dengan gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi yang lemah, yang biasanya dimanifestasikan dalam bentuk halusinasi, paranoid, serta adanya keyakinan atau pikiran yang tidak sesuai dengan dunia nyata.
  7. Kehilangan kendali. Seorang pengguna ganja biasanya akan mengalami beberapa efek samping seperti kehilangan kendali, gangguan pada memori, kesulitan dalam berfikir dan memecahkan masalah, serta terganggunya koordinasi pada otot-otot tubuh.
  8. Sakit jiwa. Hilangnya sistem kendali seseorang akibat penggunaan ganja secara berlebih akan membuatnya depresi dan akhirnya mengalami gangguan jiwa. Mereka sering berhalusinasi, mengaggap sesuatu yang tidak ada menjadi ada, dan begitu pula sebaliknya.
  9. Gangguan kesuburan / fertilitas. Penggunaan ganja dalam periode waktu jangka panjang dapat menekan produksi hormon yang membantu mengatur sistem reproduksi. Untuk pria, penggunaan ganja dapat menyebabkan penurunan jumlah dan motilitas sperma, serta dapat mengalami disfungsi ereksi. Dan pada wanita,  bisa menyebabkan gangguan menstruasi, sehingga memungkinkan terjadinya masalah-masalah yang akan mengakibatkan penurunan kemampuan untuk hamil.
  10. Kecanduan. Zat aditif yang dimiliki ganja dapat mengakibatkan penggunanya kecanduan. Ia ingin lagi dan lagi menggunakannya. Karena jika berhenti pengguna bisa merasakan siksaan fisik seperti sakit kepala, mual yang terus menerus, badan terasa lelah dan lesu.
  11. Meningkatkan kriminalitas. Kecanduan ganja seringkali menimbulkan tindakan kriminal bagi penggunanya, terutama bagi mereka dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Mereka dapat melakukan tindakan apapun agar kebutuhannya akan ganja bisa terpenuhi.
  12. Dikucilkan. Seseorang yang diketahui sebagai pecandu akan dikucilkan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia akan dianggap sebagai pembawa masalah yang bisa saja mempengaruhi orang-orang di sekitarnya.

Demikianlah uraian tentang manfaat dan bahaya dari penggunaan tanaman ganja. Semoga bermanfaat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn