20 Manfaat Imunisasi Berdasarkan Jenisnya

Salah satu hal yang pasti ditawarkan oleh dokter ataupun bidan saat bayi baru keluar dari kandungan adalah imunisasi. Imunisasi adalah kegiatan yang berhubungan kesehatan di mana memiliki status wajib untuk dilakukan atau jalani dengan tujuan mencegah beberapa penyakit melalui vaksin. Ada banyak penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi dan inilah yang menjadi alasan mengapa para dokter ataupun bidan selalu menawarkan kepada para orangtua agar anaknya diimunisasi sejak lahir. Manfaat imunisasi dapat mencegah penyakit – penyakit yang muncul akibat bakteri juga virus dapat dicegah agar tidak menghinggapi tubuh kita.

imunisasiPihak PBB atau Perserikatan Bangsa – Bangsa bersama WHO yang merupakan badan kesehatan dunia telah menghimbau ke seluruh negara di dunia untuk melakukan gerakan imunisasi rutin. Pemerintah Indonesia sendiri juga ikut melakukan gerakan ini dengan kegiatan yang diberi nama Pekan Imunisasi. Pekan Imunisasi dijalankan oleh IDAI yaitu Ikatan Dokter Anak Indonesia yang mana mereka telah membuat jadwal untuk semua daerah di Indonesia. Maka dari itu anda pasti selalu melihat banyak spanduk yang ditempelkan untuk mengenalkan gerakan ini sejak dulu di berbagai tempat.

Imunisasi memiliki banyak jenis dan manfaatnya juga efeknya. Kini imunisasi yang sudah dikenalkan oleh pihak IDAI ada 14 macam. Jumlah ini terus berkembang dan bertambah seirinng penemuan virus atau bakteri baru yang dapat kita lihat bisa muncul secara tiba – tiba seperti contohnya virus Flu Burung yang awalnya adalah penyakit hewan unggas. Namun dapat menulari manusia.

Berikut 14 macam imunisasi beserta penjelasannya:

Manfaat Imunisasi BCG

Manfaat imunisasi BCG memang sangat penting, Imunisasi BCG akan ditawarkan oleh dokter dan bidan ketika bayi benar – benar baru lahir. Ini menjadi imunisasi paling dasar selain imunisasi campak. Tujuan imunisasi ini untuk mengurangi datangnya Tuberkolosis yang bersifat berat. Sebagian besar efeknya menimbulkan bekas di lengan bayi dengan timbul nanah ketika awal baru saja menjalani imunisasi ini.

Manfaat Imunisasi Hepatitis B

Imunisasi Hepatitis B tentu untuk mencegah penyakit Hepatitis B. Kini imunisasi yang satu ini memiliki versi baru di mana ditambah dengan imunisasi lainnya alias Hepatitis B plus. Tambahannya adalah vaksin DTP.

Manfaat Imunisasi DTP

DTP atau singkatan dari Difteri Tetanus Pertusis adalah vaksin untuk menghindari penyakit tetanus yang berasal dari kotoran – kotoran hewan. Pada mulanya setelah menjalani imunisasi ini anak akan mengalami demam ringan dan merasa tidak enak badan.

Manfaat Imunisasi Polio

Imunisasi Polio memiliki dua macam yaitu imunisasi Polio secara IPV dan secara OPV. Perbadaannya terdapat di dalam vaksin dan cara memberikan vaksin. Untuk IPV diberikan dengan cara disuntikan pada anak, sedangkan OPV diberikan dengan cara disuapi ke mulut anak. Sebagian bayi ada yang merasa terkejut dan memuntahkan kembali vaksin ini. Tenang saja, beri kembali Polio OPV bila memang dimuntahkan. Mereka hanya belum terbiasa dengan rasa dari vaksin ini.

Imunisasi Campak

Imunisasi campak sangat penting untuk dilakukan sejak bayi lahir karena penyakit campak yang menyerang bayi dan balita memiliki dampak yang sangat buruk bahkan dapat menghilangkan nyawa sang anak. Makanya imunisasi ini dibarengi dengan BCG saat bayi baru lahir.

Imunisasi HIB

HIB berfungsi meningkatkan sistem imun dalam tubuh. Sama seperti sebelumnya, imunisasi yang satu ini juga memiliki versi baru dengan gabungan antara imunisasi HiB dengan DTP. Imunisasi campuran HIB dan DTP tidak akan mempengaruhi sesama imun.

Imunisasi PCV

Imunisasi PCV juga penting dilakukan sedini mungkin. Karena bayi mudah sekali terinfeksi saluran nafas bagian atas. Apa lagi bayi yang tinggal di lingkungan yang dipenuhi perokok aktif contohnya orangtua atau juga keluarga lainnya. Imunisasi ini juga wajib dijalani oleh bayi yang tinggal di negara – negara yang memiliki empat musim.

Imunisasi Rotavirus

Kasus diare masal sering sekali terjadi di beberapa daerah di dunia termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, kasus kematian pada bayi seperempatnya disebabkan oleh penyakit diare. Ditambah kesadaran akan kebersihan dan kandungan gizi yang harus dipenuhi para orangtua terkadang rendah.

Imunisasi Influenza

Sesuai dengan namanya, imunisasi ini bertujuan untuk mencegah virus influenza masuk ke dalam tubuh. Tetap tentu saja virus influenza mudah sekali menyerang anak – anak bahakan orang dewasa meski sudah diimunisasi. Syarat untuk melakukan imunisasi ini adalah usia bayi dengan rentang 6 bulan hingga 2 tahun, harus diketahui riwayat penyakitnya, dan dilihat dari lingkungan tempat tinggal. Misalnya anak yang berada di lingkungan padat atau kotor.

Imunisasi Varisela

Imunisasi Varisela bergantung pada kondisi anak. Imunisasi satu ini dilarang untuk dijalani oleh anak yang sedang mengalami demam intensitas tinggi, memiliki alergi neomisin, juga mengidap defisiensi imun seluler.

Imunisasi MMR

Bila imunisasi campak khusus menghindari penyakit campak, imunisasi MMR mencakup lebih dari itu tepatnya tiga penyakit yaitu campak, gondongan, dan rubela.

Imunisasi Tifoid

Imunisasi Tifoid berguna untuk menghindari penyakit Thypus. Penyakit Thypus bisa terjadi karena serangan bakteri Salmonella Typhi dalam tubuh. Penyakit Thypus sendiri dapat menular apa bila oraang di sekitar memiliki kondisi tubuh yang kurang sehat.

Imunisasi Hepatitis A

Sesuai namanya, imunisasi ini untuk menghindari penyakit Hepatitis A. Hepatitis A adalah penyakit yang menyrang bagian vital tubuh kita yaitu hati dan biasa disebut dengan Liver. Penyakit ini tidak pandang bulu dan dapat menyerang anak – anak maupun dewasa.

Imunisasi HPV

Terakhir, imunisasi HPV. Imunisasi ini bergantung pada kondisi sang anak di mana anak yang boleh menjalani imuniasasi ini harus terlebih dahulu dicek kesehatannya mulai dari berapa usianya, riwayat sakt yang pernah dialami, imunisai yang pernah dijalani, dan lain – lain.

Kesadaran para orangtua terhadap kegiatan wajib imunisasi memang tergantung pada faktor pengetahuan dan biaya. Biaya imunisasi memang ada yang ikonomis dan ada juga yang mahal. Sebagian imunisasi di Indonesia sudah diberi subsidi oleh pemerintah bahkan diberi gratis melalui program Pekan Imunisasi. Mungkin banyak orangtua yang memiliki teori mengenai anak – anak jaman dulu yang sehat tanpa imunisasi. Namun sebenarnya seperti yang sebelumnya sudah dikatakan, imunisasi terus berkembang seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan penemuan virus baru. Maka dari itu tidak sedikit mereka yang tidak menjalani imunisasi terserang penyakit.

Kembali lagi bagaimana pola hidup sehari – hari yang ditanamkan oleh para orangtua. Imunisasi tidak tidak menjadi kepastian bahwa anak tidak akan sakit tetapi hanya menjadi bantuan untuk mencegah. Dapat diungkapkan bahwa imunisasi adalah asuransi kesehatan bagi si anak dalam masa pertumbuhan selama anak belum dapat mengurus diri sendiri. Macam – macam imunisasi tersedia di Posyandu, Puskesmas, dan Rumah Sakit. Harganya bermacam –macam tergantung jenis dan merk. Disarankan untuk terlebih dahulu menceritakan riwayat kesehatan dan juga riwayat imunisasi. Bila ada imunisasi yang terlewat, biasanya dokter dan bidan akan memberi saran imunisasi mana yang cocok untuk dilakukan berikutnya. Terkadang imunisasi yang sudah terlewat tidak perlu dijalani.

Manfaat Imunisasi

  1. Untuk anak: mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit, dan kemungkinan cacat atau kematian. Imunisasi akan meningkatkan kekebalan tubuh bayi dan anak sehingga mampu melawan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin tersebut.
  2. Untuk keluarga: menghilangkan kecemasan dan psikologi pengobatan bila anak sakit. Mendorong pembentukan keluarga apabila orang tua yakin bahwa anaknya akan menjalani masa kanak-kanak yang nyaman.
  3. Untuk negara: memperbaiki tingkat kesehatan, menciptakan bangsa yang kuat dan berakal untuk melanjutkan pembangunan
  4. Melalui imunisasi, tubuh tidak mudah terserang penyakit menular.
  5. Imunisasi sangat efektif mencegah penyakit menular.
  6. Imunisasi menurunkan angka morbiditas (angka kesakitan) dan mortalitas (angka kematian) pada balita.

Efek Samping Imunisasi

Dalam kasus yang jauh lebih jarang, beberapa orang memiliki reaksi alergi setelah imunisasi. Ini biasanya ruam atau gatal yang mempengaruhi bagian atau seluruh tubuh. Dokter umum dan perawat yang memberi vaksin dilatih bagaimana memperlakukan ini.

Pada kesempatan yang sangat jarang, reaksi alergi yang parah dapat terjadi dalam beberapa menit setelah imuniasi. Ini disebut reaksi anafilaksis. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan, dalam beberapa kasus, kolaps.

Ingat bahwa reaksi anafilaksis sangat jarang terjadi (kurang dari 1 dalam satu juta).

Baca Juga : Manfaat mendengarkan musik klasik

,
Oleh :
Kategori : Kesehatan