Sponsors Link

54 Manfaat Ikan Sarden Untuk Kesehatan (Dari Gizinya)

Sponsors Link

Ikan sarden yang populer di pasaran dan menjadi menu pilihan karena tersedia dalam bentuk kaleng yang praktis dan rasanya yang lezat ternyata tak hanya enak di lidah dan juga mengandung berbagai macam manfaat untuk kesehatan. Ikan berbentuk kecil ini sebenarnya memiliki 12 spesies yang sama-sama bisa digolongkan ke dalam kategori sarden, hanya saja karena bentuknya yang satu sama lain saling menyerupai, kedua belas spesies tersebut umumnya disebut ikan sarden.

ads

Dengan harga jual yang relatif murah baik dalam bentuk kaleng maupun mentah, ikan jenis ini menjadi pilihan untuk banyak kesempatan, semisal untuk supply makanan di rumah, untuk perjalanan jauh hingga konsumsi rutin sehari-hari. Ditambah lagi, ikan sarden bisa dimasak dengan berbagai macam bumbu dan resep masakan sehingga rasanya tidak membosankan dan justru semakin membuat ketagihan.

Nah, di luar daya tarik rasanya, ikan kecil ini juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, mulai dari yang sifatnya pencegahan hingga pengobatan. Kandungan yang dimilikinya terbilang kaya dan beragam sehingga ia bisa diandalkan untuk menjaga kesehatan konsumennya. Berikut adalah informasi singkat mengenai takaran kandungan di dalam ikan sarden dan manfaatnya untuk mengatas gangguan kesehatan dengan konsumsi rutin ikan jenis ini :

1. Kandungan Lemak Tak Jenuh yang Tinggi

Sekaleng sarden seukuran 3,75 ons mengandung 10,53 g lemak dan sekitar 9 g di antaranya adalah lemah tak jenuh yang baik untuk menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi resiko penyakit jantung. Secara khusus, fungsi lemak tak jenuh adalah

  • menghindarkan pembekuan darah,
  • meningkatkan kadar kolesterol baik
  • serta menurunkan tekanan darah tinggi;

tiga keluhan yang berkait erat dengan gangguan jantung.

Fungsi mengurangi resiko gangguan jantung ini juga diperkuat dengan kandungan lain dalam ikan sarden, yakni omega-3. Lain dari itu, lemak dalam ikan sarden juga berperan penting pada tingkat sel sehingga berfungsi menghaluskan kulit serta membuatnya lebih sehat, lembut dan tampak muda. Sementara itu, lemak jenuh berbahaya bagi kesehatan karena dapat meningkatkan potensi degenerasi makula karena usia.

Porsi lemak jenuh yang sedikit tersebut ditekan oleh lemak tak jenuh dalam takaran yang jauh lebih tinggi sehingga ikan sarden dapat mencegah terjadinya degenerasi makula yang umumnya muncul di usia 50 tahun ke atas.

2. Omega-3

Dalam menangkal terjadinya gangguan jantung, cara kerja omega 3 dalam ikan sarden adalah dengan menghancurkan dan memecah kolestrol jahat LDL. Selain itu, kandungan omega-3 (sekitar 1 hingga 1,7 gr) dalam ikan sarden juga memberi asupan yang berharga untuk otak sehingga dapat memaksimalkan memori dan kinerja otak.

Manfaat Omega 3 di sisi lain juga mengatasi gangguan peradangan dan keluhan-keluhan seputar persendian sehingga ikan jenis ini sangat cocok dikonsumsi mereka yang membutuhkan konsentrasi tinggi serta memiliki atau berpotensi mengalami gangguan persendian, seperti pekerja fisik, atlet dan lain sebagainya. Fungsi lain dari zat ini adalah membersihkan plak yang biasa muncul dalam arteri sehingga dapat mengontrol tekanan darah serta meningkatkan metabolisme tubuh.

3. Vitamin A, B 12 dan D

Kadar vitamin A berupa niacin dalam ikan sarden tergolong cukup minim, akan tetapi porsi tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk fungsi dasar dan normal mata Anda. Manfaat vitamin A termasuk mengurangi potensi degenerasi makula dan retina yang dapat mengurangi ketajaman penglihatan akibat usia.

Adapun manfaat vitamin B 12 yang memproduksi sel darah merah, dengan kandungan yang cukup besar, bersama lemak tak jenuh dan omega 3, berfungsi

  • menyehatkan kardiovaskular dengan memelihara kesehatan jantung dan
  • menghindarkan pembekuan darah.

Ini juga berkait erat dengan sistem kesehatan syaraf. Sementara itu, manfaat vitamin D dalam ikan sarden berfungsi

  • mempercepat penyerapan kalsium dan menguatkan tulang dan
  • gigi
  • serta menjauhkan potensi kanker usus besar.

4. Minyak Ikan Sarden

Minyak ikan sarden terbukti dapat menambah daya imunitas tubuh dengan cara mengikat sel-sel imun tersebut. Minyak ikan ini ‘bekerjasama’ dengan zat besi yang juga dimiliki sarden dalam mempertebal imunitas tubuh. Dengan begitu, konsumsi rutin terhadap bahan makanan ini dengan kombinasi sayur-sayuran sehat dapat mencegah konsumennya dari berbagai penyakit karena sistem pertahanan tubuh yang tinggi dan kuat dapat menangkal berbagai ancaman virus dan berbagai penyakit.

5. Mineral dan Protein Tinggi

Sarden merupakan satu di antara jenis ikan laut yang hidup di daerah kontaminan rendah sehingga tidak mengandung senyawa-senyawa berbahaya dan karenanya aman dikonsumsi. Ikan ini juga begitu kaya dengan mineral dan protein dan itulah sebabnya, ia bisa dimakan bahkan hingga ke tulangnya. Mineral yang terdapat dalam ikan sarden di antaranya adalah kalsium (untuk tulang), zat besi, fosfor (penguatan dan pemeliharaan tulang serta optimalisasi fungsi ginjal dengan memperbaiki kerja ekskresi limbah) serta potasium.

Bayangkan saja, sekaleng sarden kecil dapat meng-cover kebutuhan kalsium hingga 351 mg. Sementara itu, protein tinggi yang juga terdapat dalam ikan sarden sangat berguna bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan sebab protein yang terdiri dari asam amino berfungsi membangun otot. Protein, di sisi lain, juga berfungsi mengurangi resistensi insulin untuk memperkecil resiko terkena penyakit diabetes.

6. Rendah Kalori

Ikan sarden memiliki kandungan kalori yang minim sehingga bisa Anda jadikan salah satu menu diet sehat. Ini khususnya berlaku bagi mereka yang tengah menghindari konsumsi karbohidrat untuk menyukseskan dietnya.

ads

7. Zat Antioksidan

Zat Antioksidan yang terdapat dalam ikan sarden berjenis Coenzyme Q10 (CoQ10) dan atau Selenium. Seperti fungsi zat antioksidan secara umum, kandungan tersebut berguna menangkal radikal bebas dan memelihara kesehatan organ serta melindunginya dari kerusakan. Namun demikian, secara khusus, kandungan antioksidan dalam ikan sarden berfungsi meningatkan energi fisik sedang organ yang menjadi ‘pusat sasaran’nya adalah jantung. Karena itu, ikan sarden menjadi asupan yang begitu baik untuk penderita gangguan jantung.

Tentang Ikan Sarden Kalengan

Barangkali, banyak di antara Anda yang pertama kali mengetahui nama ‘sarden’ dengan asosiasi ikan yang dikemas dalam bentuk kalengan dan setengah siap untuk disajikan. Hal demikian wajar adanya sebab pengemasan jenis ikan ini memang terjadi besar-besaran setelah inovasi pengemasan yang terjadi pada abad ke-18 di Eropa. Belakangan, sarden merupakan salah satu ikan dengan jumlah panen terbesar sehingga supply yang berlimpah tersebut coba diawetkan dengan penambahan volum sarden kalengan. Kemudian pertanyaannya, samakah kandungan yang terdapat dalam ikan sarden mentah dengan ikan sarden dalam kaleng?

Pengemasan ikan sarden ke dalam kaleng bertujuan utama untuk mengawetkan bahan makanan. Meski demikian, kandungan-kandungan dalam sarden diupayakan dapat sebisa mungkin tetap terjaga sehingga konsumen tetap dapat menikmati manfaat-manfaat ikan sarden untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan. Sejauh ini, sarden kalengan dinilai aman untuk dikonsumsi selama masih dalam tanggal pemakaian aman, apalagi setelah dari kaleng, ikan sarden biasa dimasak terlebih dahulu sebelum disajikan. Namun demikian, mengolah sarden mentah lebih direkomendasikan untuk meminimalisir bahan pengawet serta memaksimalkan ekstraksi kandungan-kandungan dalam ikan sarden yang begitu besar manfaatnya bagi kesehatan.

Catatan Lain tentang Ikan Sarden

Di balik manfaatnya yang berlimpah, ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai manfaat mengonsumsi ikan sarden.

  • Pertama, jika Anda memiliki penyakit asam urat, mengkonsumsi ikan sarden tidaklah direkomendasikan karena dapat membahayakan. Sarden memiliki kadar purin yang cukup tinggi. Zat yang merupakan struktur dasar DNA dan RNA tersebut dapat memecah diri dan berubah menjadi asam urat. Sementara itu, tingginya kadar asam urat dapat menyebabkan tekanan pada ginjal sehingga ginjal memiliki tugas tambahan untuk membersihkan sisa-sisa lebihan dari asam urat tersebut. Dari beberapa hal tersebut, konsumsi ikan sarden sangat tidak dianjurkan bagi penderita asam urat.
  • Kedua, konsumsi ikan sarden tidak dianjurkan bagi ibu hamil karena ikan sarden dianggap satu di antara jenis ikan yang rentan terhadap polusi-polusi bebas seperti merkuri. Mengkonsumsi ikan sarden atau bahan makanan lain yang terkena zat-zat polutan berbahaya akan menyebabkan gangguan baik bagi ibu hamil maupun jabang bayi yang dikandungnya.
  • Ketiga, dalam porsi dan konsumen tertentu, ikan sarden dapat menyebabkan alergi karena kandungan senyawa organik yang dimilikinya. Alergi yang ditimbulkannya pun beragam, mulai dari penyempitan otot usus, pusing dan sakit kepala, asma, penyempitan pembuluh darah, tingginya tekanan darah, mengencangnya denyut jantung, bronkus dan lain-lain. Umumnya, alergi ini menyerang konsumen yang memiliki alergi terhadap protein hewani ataupun mereka yang berlebihan mengonsumsi ikan sarden. Ini juga berkait erat dengan kandungan lain yang terdapat dalam sarden yakni natrium dalam takaran yang cukup tinggi. Konsumsi berlebihan terhadap natrium dapat meningkatkan risiko stroke, tekanan darah tinggi serta gangguan ginjal.

Maka dari itu, jadilah konsumen cerdas dengan mengendalikan nafsu makan untuk makanan yang disukai. Belajar menyukai makanan yang kurang disukai akan tetapi dibutuhkan untuk pemeliharaan dan penjagaan kesehatan.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Wednesday 02nd, December 2015 / 09:20 Oleh :
Kategori : Daging