Sponsors Link

10 Manfaat Kayu Ulin Kalimantan dan Bagian Lainnya

Sponsors Link

Kayu ulin (Eusideroxylon zwageri) atau biasa dikenal dengan sebutan “bulian” atau kayu besi adalah salah satu jenis pohon berkayu yang merupakan pohon endemik khas dari daerah Kalimantan. Kayu ulin termasuk dalam salah satu jenis pohon yang berukuran cukup besar dan merupakan jenis pohon dari hutan tropika basah yang tumbuh dan berkembang secara alami di beberapa  wilayah di Indonesia seperti pulau Sumatera bagian selatan dan wilayah pulau Kalimantan.

ads

Ciri-ciri utama kayu ulin

manfaat-kayu-ulin2

  • Kulit pohon yang licin, berwarna kuning atau kelabu muda.
  • Batangnya yang lurus dengan banir yang tumbuh tidak secara melingkar.
  • Ulin yang sudah dipotong akan menghitam jika lama terendam air.
  • Tekstur kayunya kasar, sangat keras sehingga sulit digergaji, dan baunya aromatis.
  • Tidak memiliki banyak cabang

Ulin tumbuh dengan berbagai keistimewaan tersendiri yang belum tentu dimiliki oleh kayu-kayu lain. Kayunya yang mampu tumbuh dengan diameter yang cukup besar, namun juga cukup tinggi, serta memiliki sifat yang sangat keras dan juga tidak mudah di makan rayap. Atas dasar keistimewaan yang ada pada pohon ulin itulah maka tak heran jika kayu ulin diburu oleh banyak orang untuk dimanfaatkan dan dijadikan sebagai penunjang atau bahan pokok berbagai hal. Selain itu, harga jual yang juga cukup tinggi menjadikan ulin banyak diminati oleh banyak orang.

Manfaat Kayu Ulin untuk Kehidupan Manusia

Jika kita menelisik lebih dalam tentang berbagai macam manfaat kayu ulin, maka kita akan temukan banyak manfaat yang dapat kita tinjau dari berbagai aspek. Tidak hanya manfaat dari aspek ekonomi saja, tetapi ada juga manfaat dari aspek-aspek lain yang patut kita ketahui. Aspek tersebut antara lain:

Segi Ekonomi

Segudang keistimewaan dari kayu ulin yang mendapat julukan sebagai kayu besi tersebut salah satunya adalah karena ia memiliki nilai ekonomi yang tergolong cukup baik, bahkan bisa dibilang tinggi.

Banyak orang yang lebih memilih kayu ulin sebagai bahan konstruksi dalam pembangunan. Sebagai contoh adalah di masyrakat Kalimantan, kayu ulin digunakan sebagai bahan konstruksi utama dalam membangun rumah mereka, yaitu rumah panggung. Konstruksi dari rumah panggung itu sendiri tidak lepas dari kondisi geografis yaitu daerah pemukiman yang berada ditepi sungai sehingga sering digenangi air. Selain itu, karena bangunan tersebut merupakan ciri khas sebagai rumah adat daerah Kalimantan.

Beberapa alasan mengapa kayu ulin sangat baik untuk dijadikan bahan konstruksi rumah adalah :

  • Tekstur kayu yang kuat dan keras
  • Tahan lama (tidak mudah membusuk, tahan air, maupun dimakan rayap maupun serangga lainnya). Sehingga mampu bertahan hingga ratusan tahun. Hal ini tentu saja dapat menghemat biaya.

Beberapa contoh penggunaan kayu ulin dari segi ekonomi :

  1. Konstruksi bangunan, Contohnya seperti tiang penyangga, perlengkapan rumah (seperti: kursi, meja, lemari, dll), lantai, bahan bangunan, sirap, jembatan, dan masih banyak lagi produk lain yang dapat dihasilkan dengan berbahankan kayu ulin.
  2. Kerajinan, seperti untuk pembuatan furniture rumah, misalnya meja, kursi, lemari, dan lain sebagainya. Selain itu, tunggak pohon ulin yang telah mati dapat dijadikan bahan kerajinan ukir yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi.
  3. Perhiasan, Akhir-akhir ini banyak sekali pengrajin yang keluar masuk hutan hanya untuk mencari fosil kayu ulin yang telah membatu. Karena fosil tersebut ternyata dapat menjadi berbagai macam perhiasan yang nilai jualnya tidak kalah dengan perhiasan yang terbuat dari berbagai jenis batu-batuan. Menurut salah seorang pengrajin dari Kalimantan, “Tekstur dan guratan kayu ulin lebih eksotis jika dibandingkan dengan batu permata. Kelebihan lainnya adalah bahan baku kayu ulin mudah didapat dan lebih ringan dalam proses pengerjaannya.”

Segi Ekologi

ads

Ternyata tidak hanya dari aspek ekonomi saja. Dari aspek ekologi, pohon ulin pun memiliki manfaat yang terbilang sangat baik untuk kondisi ekologi sekitarnya, seperti :

  1. Pohon ulin merupakan salah satu tempat atau habitat bersarangnya bagi kebanyakan orang utan.
  2. Dedaunannya yang masih muda, juga dapat menjadi makanan bagi orang utan yang tinggal di sana.
  3. Ulin mampu menghasilkan manfaat oksigen dan menyerap kabondioksida yang dilakukan melalu proses yang disebut fotosintesis.
  4. Ulin juga mampu mempertahankan manfaat air tanah, menahan air dan tanah itu sendiri, sehingga mampu mencegah terjadinya erosi maupun longsor, serta masih banyak lagi manfaat lainnya.

Pohon kayu ulin ini, ternyata memang memegang peranan ekologi yang penting dan cukup vital bagi lingkungan.

Segi Kesehatan

Selain memiliki manfaat kayu ulin yang memberikan nilai ekonomi dan ekologi, pohon ulin juga memiliki manfaat yang cukup mengesankan, yaitu manfaat bagi kesehatan. Ulin memiliki khasiat untuk mengobati atau mengatasi beberapa penyakit. Beberapa bagian pohon ulin memiliki kandungan yang berkhasiat sebagai pengobatan herbal seperti, bagian batang dan daun ulin.

Pemanfaatan bagian dari pohon ulin, antara lain :

  1. Daun ulin – banyak mengandung zat fitokimia, yaitu zat kimia atau nutrien yang memang pada dasarnya diturunkan dari tumbuhan, biasanya pada manfaat sayur-sayuran atau buah-buahan. Kandungan fitokimia yang dimiliki ulin antara lain, manfaat senyawa flavonoid, tanin, saponin dan sterol – terpenoid.
  2. Biji ulin – juga memiliki khasiat untuk pengobatan. Biji yang dihaluskan dapat dimanfaatkan sebagai obat pada begkak, dapat menghitamkan rambut atau biasa disebut dengan semir rambut.
  3. Buah ulin – dapat dimanfaatkan dengan cara dikeringkan terlebih dahulu, lalu dicampurkan dengan manfaat minyak kelapa. Produk olahan buah berupa minyak ulin ini banyak dipasarkan di pasar–pasar tradisional, khususnya di Kalimantan sebagai produk yang berkhasiat untuk menghitamkan rambut serta mencegah tumbuhnya uban.

Dari penjelasan di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan dari pohon ulin dalam berbagai aspek kehidupan.


Dalam proses perkembangan, pohon ulin memperbanyak diri dengan buah dan biji. Kayu ulin atau kayu besi ini bisa memiliki tinggi hingga mencapai kurang lebih 50 meter dan memiliki diameter batang mencapai sekitar 120 cm. Tentu saja untuk ukuran sebuah pohon maka pemilik sebutan kayu besi tersebut tergolong cukuplah besar. Pada umumnya kayu besi ini mampu tumbuh di dataran rendah, umumnya berkisar antara 5 – 400 meter di atas permukaan laut, ia mampu tumbuh pada medan datar bahkan medan yang miring. Pohon ulin biasa tumbuh terpencar atau juga berkemungkinan mengelompok dalam suatu ekosistem di hutan, namun pohon ulin sangat jarang ditemui di daerah rawa-rawa dan sejenisnya.

Kayu ulin tergolong sangat tahan atau mampu bertahan terhadap perubahan suhu yang terjadi di lingkungannya, bahkan jika perubahan tersebut tergolong ekstrim, ulin juga tahan terhadap kelembaban lingkungan, mampu beradaptasi dengan baik terhadap air laut dan hal inilah yang membuat kayunya memiliki sifat yang sangat berat dan sangat keras. itulah sebabnya mengapa ia dijuluki sebagai kayu besi.


Saat ini, kayu ulin merupakan jenis kayu yang tergolong langka. Hal ini dikarenakan oleh lambatnya pertumbuhan, kecilnya tingkat keberhasilan perkecambahan, serta terjadinya pembalakan liar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika tidak segera dilestarikan, dikhawatirkan kayu jenis ini akan segera punah. Untuk itu,  maka seyogyanyalah kita harus lebih bijak dalam memanfaatanya, kita tidak merusak maupun memusnahkan ekosistem pohon-pohon tersebut. Sehingga kayu ulin tetap ada dan hidup berdampingan bersama kita guna pemanfaatan lebih lama. Dalam memanen pun usahakan untuk tidak melakukan penebangan, ambillah bagian yang nantinya tidak akan memusnahkan pohon ini.


Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Wednesday 01st, April 2015 / 03:06 Oleh :
Kategori : Tumbuhan